Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Mei 2009

MEMBUAT ZAT NONKOMERSIAL



1. Asam Sulfit, H2SO3 (Sulfurous acid)
Jenuhi air dengan gas belerang dioksida (SO2)2.
2. Fosfor Merah
Fosfor merah komersial selalu terkon-taminasi dengan asam-asam hasil. Didihkan 15 menit dalam air suling, biarkan mengen-dap. Endapan dilewatkan ke corong buchner dan cuci dengan air panas dua atau tiga kali, dekantasi. Terakhir fosfor dipindahkan semua-nya ke corong buchner sampai cucian netral. Keringkan pada suhu 100oC dan simpan dalam desikator atau dalam botol kedap ber-tutup rapat.
3. Natrium asetat anhdrat, CH3COONa
Kristal natrium asetat trihidrat, CH3COONa.3H2O dipanaskan dalam kastrol, atau cetakan besi atau cawan nikel di atas nyala kecil langsung. Garam pertama kali akan melebur, uapnya akan tersebar, dan massa padat akan segera terbentuk karena keba-nyakan air dari kristalisasi akan hilang. Pin-dahkan air residu, padatan dipanaskan dengan hati-hati dengan suatu nyala besar, burner (nyala) dibiarkan konstan sampai padat dan mulai mencair. Harus berhati-hati, karena padatan tak boleh panas berlebihan. Leburan garam dibiarkan mengeras dan pindahkan dari bejana selagi hangat dengan pisau atau benda lain yang sesuai. Zat itu secepat mungkin ditepungkan dan disim-pan dalam botol kedap. Jika leburan garam natrium asetat komersial tersedia, harus dicairkan dan bentuk leburan dijaga beberapa menit dalam upaya menghilangkan air yang diserap selama penyimpanan.
4. Natrium Sulfida anhidrat, Na2S
Garam natrium sulfida nonahidrat Na2S.9H2O dipanaskan dalam labu suling pyrex atau dalam retort dalam suatu pengukus hydrogen atau nitrogen water cease. Adonan padat natrium sulfida dipindahkan dari bejana dengan alat dari kawat tembaga atau alat yang sesuai. Jangan sampai membuat lebu-ran dari natrium sulfida bersuhu tinggi yang siap teroksidasi, menjadi natrium sulfat.
5. Natrium Sulfida
JenuhJenuhi larutan NaOH dengan gas H2S. Buat gas hidrogen sulfida di dalam pesawat kipt atau generator gas dengan mencam-purkan pirit (FeS) dan HCl agak pekat (4M) atau asam sulfat. Alirkan gas ini ke larutan NaOH hingga jenuh (bewarna kuning).
6. Perak nitrat AgNO3
Satu diantara bahan kimia yang mahal adalah perak nitrat. Sisa larutan perak nitrat jangan dibuang, tetapi dikumpul-kan dalam botol tertentu. Setelah cukup banyak, larutan ini diolah untuk memperoleh kembali peraknya. Mengolah Larutan Perak ke dalam sisa larutan perak ditambahkan asam klorida, sehingga peraknya diendapkan sebagai perak klorida. Endapan perak klorida AgCl ini disaring dan dicuci dengan air panas. Kemudian endapan AgCl dicampur dengan asam klorida HCl dan butir-butiran seng. AgCl direduksi menjadi bubuk perak Ag yang bewarna hitam. Bubuk Ag ini disaring dan dicuci.
Mengubah Ag menjadi AgNO3
Dalam pinggan porselen dilarutkan AgNO3 dengan NHO3 encer. Panaskan di atas penangas air sehingga larutan menjadi pekat dan terbentuk kristal-kristal. Pemanasan diteruskan sampai hampir kering. Hentikan pemanasan dan simpanlah pinggan dan isinya di tempat gelap dan jagalah jangan sampai kena debu. Setelah 1 atau 2 hari pisahkan kristal AgNO3 dari cairan yang masih ada. Pindahkan hasilnya ke dalam botol coklat dan simpan dalam eksikator yang dibungkus kertas hitam. Ini dilakukan karena kristal AgNO3 mudah terurai jika kena cahaya atau kotoran.
7. Stano klorida anhidrat, SnCl2
Kristal stano klorida dihidrat SnCl2.2H2O dipanaskan satu jam di dalam penangas minyak pada suhu 195.200oC, dinginkan, leburan ini akan menepung, dan disimpan dalam desikator atau dalam desikator atau dalam botol kedap bertutup rapat. Hasil produk ini walaupun aman setiap saat, namun tidak terjamin.
Prosedur berikut memberikan suatu produk yang lebih baik.Dalam beker 400 ml masukkan 102 g (89,5 ml = 1 mol) redestilat anhidrida asetat dan 123 g (0,5 mol) stano klorida pro analisa (murni) yang ditambahkan sambil diaduk cairan-nya dengan cara sederhana atau dengan pengaduk mekanis, dehidratasi terjadi spontan. Selanjutnya dikerjakan di lemari asam selagi masih panas dipindahkan dan anhidrida asetat boleh dipanaskan. Setelah satu jam, stano klorida anhidrat disaring di atas corong buchner atau corong kaca masir. Dicuci bebas dari asam asetat dengan dua porsi 30 ml bebas air dan keringkan semalam lebih dalam disektor vacum. Stano klorida anhidrat dapat disimpan dalam jangka tak tentu dalam desikator, dapat juga dimasukkan ke dalam botol kedap bertutup rapat.
8. Tembaga serbuk
100 g Cu rekristalled kufri sulfat, dilarutkan dalam beker 1 liter berair panas 350 ml, diaduk dengan pengaduk mekanik (boleh magnetic stirrer). Setelah dingin pengaduk diset gerakannya dari tingkat yang tinggi, dan 35 g (atau lebih jika perlu) serbuk seng ditam-bahkan berangsur-angsur sampai larutan tak berwarna. Endapan Tembaga dicuci dengan cara enap tuangn (dekantasi) dengan air. Tambahkan asam klorida encer 5% ke endapan untuk memindahkan kelebihan seng, dan aduk terus sampai perubahan dari hidrogen ceases. Serbuk Tembaga disaring, cuci dengan air dan simpan dalam keadaan berair (pasta) dalam botol kedap bertutup rapat.

B. MEMURNIKAN PELARUT ORGANIK

1. Membuat pelarut bebas air antara lain sebagai berikut.

Alkohol (Etanol) Absolut
Panaskan kristal terusi dalam oven pada suhu 110oC atau kufri sulfatanhidrus (sebentar) hingga putih. Masukkan ke dalam alkohol tersebut, masukkan lagi sampai kristal CuSO4 ini tak berubah lagi jadi biru (tetap putih).
2. Cuka Biang (asam asetat glassial = 100%)
Dinginkan cuka yang akan dibebaskan (biasa-nya dari perdagangan 98%) pada suhu 0oC lalu pisahkan es dari cuka.
3. Kloroform Bebas Air.
Masukkan kristal MgSO4 excise ke dalam kloroform, biarkan 24 jam kemudian disuling.







Gambar alat penyuling biasa
5. Metanol Bebas Air
Tambahkan bubuk CaO kering ke dalam metanol, biarkan 24 jam, kemudian disuling
6. Benzen Bebas Air
Untuk membuat benzen bebas air juga dilakukan dengan cara yang sama. Tambahkan bubuk CaO kering ke dalam benzena, biarkan 24 jam, kemudian disuling
Gambar alat destilasi biasa

2. Destilasi
Destilasi biasa umumnya digunakan untuk memisahkan campuran cairan yang mempunyai titik didih berjauhan sedangkan untuk mempunyai titik didih berdekatan bisa digunakan destilasi terfraksi. Destilasi biasa yang dilengkapi dengan labu destilasi dan pendingin.
Destilasi biasa atau destilasi vakum biasa digunakan untuk memurnikan zat pelarut teknis, seperti metanol teknis, etanol teknis, eter teknis, heksan teknis dan beberapa pelarut organik lainnya.

































Gambar Destilasi vakum dengan alat rotary evaporator

Destilasi terfraksi dilengkapi dengan kolom fraksionasi selain pendingin. Kadang-kadang kita harus memisahkan suatu zat yang pada titik didihnya akan terurai ataupun rusak, untuk ini kita dapat mendestilasikannya dengan menggunakan sistim vacuum. Pada destilasi ini tekanan di dalam labu destilasi dikurangi, dengan menggunakan pompa isap, yang menyebabkan zat yang akan dides-tilasi mendidih di bawah titik didihnya.

Alat Laboratorium

Penggunaan Alat Laboratorium




Penggunaan Alat
Sebelum praktikum pilihlah alat-alat yang dibutuhkan selengkapnya sesuai dengan kapasitas, kegunaan, ketelitian yang diperlukan. Ketelitian alat maupun kapasitasnya berbeda-beda, begitu pun jenisnya. Ada alat yang sama kapasitasnya namun tingkat ketelitiannya tidak sama, atau cara mengoperasikannya ada yang konvensional dan ada yang serba automatis. Kalau alat yang Anda butuhkan tidak tersedia, maka Anda dapat saja memodifikasikan dari alat yang ada (jika perlu).
Sebelum mulai memakai alat tersebut, Anda teliti dulu apakah masih utuh, setnya lengkap, masih berfungsi, jika alat kaca apakah tidak retak, jika alat elektronik berapa voltasenya, jika masih ada lihat pula petunjuk pengoperasian dan cara mereperasinya.

A. PIPET DAN PENGGUNAANNYA
Pipet digunakan untuk memindahkan volume tertentu suaru cairan dalam juralah yang sedikit. Ada dua macam pipet yang banyak digunakan di dalam laboratorium, yaitu pipet ukur dan pipet volumetrik.
1) Pipet Ukur
Pipet ukur terdiri atas pipa kaca yang diberi skala Ujung bagian atas pipa atau ujung untuk mengisap cairan dibuat lebih kecil, sedangkan ujung bagian bawah dibuat runcing dengan lubarig yang kecil untuk memperlambat keluarnya zat cair.
Pipet ukur digunakan untuk memperoleh berbagai volume cairan dalam jumlah yang sedikit. Pipet ukur yang seringkali digunakan adalah pipet ukur berkapasitas: 5, 10, dan 25 ml.
Kalibrasi pipet ukur umumnya kurang teliti. Untuk pekerjaan kuantitatif sebaiknya digunakan buret, yang mempunyai kalibrasi yang tepat.



2) Pipet Volumetrik
Pipet volumetrik berbentuk silinder pendek yang pada kedua ujungya disambung denpa pipa panjang yang lebih kecil diametemya. Pada pipet volumetrik hanya ada saru garis tanda batas volume yang melingkar padr batang bagian atas (bagian untuk mengisap) dan ujung pipa bagian bawah dibuat runcing seperti pada pipet ukur. Pipet volumetrik dikali-brasi untuk memindahkan cairan dengan volume tertentu dengan teliti.
Pipet volumetrik dibuat dengan kapasitas: 1, 2, 5, 10, 20, 2 5, 50, dan 100 ml. Pipet dengan volume 5, 10, dan 25 ml yang sering digunakan. Gambar Piper volum/ pipet gondok. Pada pemakaiannya pipet volu-metrik harus dibilas terlebih dahulu dengan sedikit larutan yang akan dipindahkan. Kemudian larutan untuk membilas itu dikeluar-kan lagi seluruhnya. Bila digunakan pipet yang baru, dicuci sebelum dipakai. Pipet itu dicelup-kan ke dalam larutan telalu dalam di dalam larutan.
Batang pipet jangan pada waktu mengisap larutan ke dalam pipet. Selama mengisap cairan harus dijaga juga agar ujung pipet tatap berada di dalam larutan. Bila pada waktu mengisap ujung pipet keluar dari larutan maka larutan akan masuk ke dalam mulut. Mengisap larutan lerlalu kuat juga menyebabkan larutan masuk ke dalam mulut. Untuk cairan yang bersifat racun atau korosif digunakan pengisap pipet. Larutan diisap di dalam pipet volumetrik sampai Kira-kira 1 cm di atas tanda batas volume. Kemudian dengan cepat batang pipet bagian atas ditutup dengan ujung jari telunjuk yang kering.
Tetesan air masih tersisa di ujung harus ditiup keluar, atau lebih baik diisap dengan kertas saring. Dengan kertas saring bagian bawah pipet dikeringkan. Selanjutnya larutan dialirkan ke luar deagan mengurangi tekanan pada ujung jari sampai meniskus cairan berimpit dengan tanda batas volume. Pipet harus dipegang vertikal dan tanda batas volume berada pada ketinggian yang sama dengan mata kita. Jika terdapat tetes-an larutan yang menggantung pada ujung pipet, tetesan ini disingkirkan dengan menyentuhkan ujung pipet pada suatu alat gelas.

Selanjutnya larutan dialirkan ke dalam bejana penerima dengan kedudukan pipet vertikal dan ujung pipet menyentuh pada dinding bejana. Bila aliran cairan telah selesai, ujung pipet tetap dibiarkan bersentuhan dengan dinding bejana selama 10-15 detik untuk mengalirkan sisa larutan cairan yang masih tersisa dalam ujung pipet tidak boleh dicelupkan ke dalam bejana penerima.
Prosedur mengisi dan mengosongkan pipet yang diuraikan di atas telah direkomendasikan sebagai prosedur standar dan digunakan pada kalibrasi pipet.
Sebuah pipet tidak akan memberikan suatu volume yang konstan jika dikosongkan terlalu cepat. Lubang keluar pada ujung pipet harus sedemikian rupa ukurannya hingga wakru yang diperlukan untuk mengo-songkannya sekitar 20 detik untuk pipet 20 ml, 30 detik untuk pipet 25 ml, dan 35 detik untuk pipet 50 ml.
Selesai dipakai, pipet segera dicuci bersih dan diletakkan pada rak khusus. Pipet yang kotor atau yang berminyak dapat dibersihkan dengan cara meren-damnya selama semalam dalam larutan asam kromat.
B. LABU UKUR DAN PENGGUNAANNYA
Labu ukur atau labu volumetrik adalah sebuah bejana gelas yang beralas datar, berbentuk buah peer, dan berleher panjang yang relatif sempit.
Sebuah garis tipis yang dietsa mengelilingi leher labu menunjukkan dengan tepat volume cairan pada suhu tertenru. Labu ukur diberi tanda batas volume tertentu sebagai daya tampungya.
Karena batas volume itu dibuat mengelilingi leher labu, akan terhindar kesalahan pembacaan yang disebabkan effek paralaks. Kesalahan pengamatan itu dapat diatasi bila pada pembacaan volume letak mata pengamat dan tanda batas volume berada pada ketinggian yang sama dan tanda batas itu tepat pada bagian bawah meniskus cairan.

Leher sebuah labu ukur (dibuat relatif sempit hingga sedikit perubahan volume cairan akan menyebabkan perbedaan ketinggian meniskus cairan. Dengan demikian kesalahan yang dibuat pada penyesuaian meniskus cairan dengan tanda batas volume akan sangat kecil.
Jarak antara tanda batas volume dan mulut labu ukur adalah relatif besar agar masih terdapat cukap ruang untuk mengocok cairan dalam labu itu.
L.abu ukur dilenkapi dengan tutup yang terbuat dari pegas atau plastik. Ukuan labu yang diperlukan adalah: 50, 100, 250, 500, 1000, dan 2000 ml.

Penggunaan labu ukur untuk membuat larutan baku
Jika kita hendak membuat suatu larutan baku dengan konsentrasi tertentu, kita menimbang terlebih dahulu zat padat murni secara teliti. Dengan sebuah corong kita masukkan zat padat ini ke dalam labu ukur. Kemudian labu ini diisi dengan zat pelarut-lazimnya air suling, sampai kira-kira setengah penuh. Singkirkan corong yang digunakan tadi dan goyangkan labu sehingga air di dalannya bergerak memutar sampai zat padat yang ada di dalam labu melarut semuanya. lika masih ada zat padat yang belum melarut, tambahkan lagi air sampai labu itu tiga perempat penuh dan goyangkan lagi labu itu seperti di atas.
Cara yang dapat digunakan juga ialah melarutkan zat padat terlebih dahulu dalam gelas kimia dengan air secukapnya, kemudian larutan ini dipindahkan secara kuantitatif ke dalam labu ukur.
Penambahan air selanjutnya dilakukan dengan botol semprot sampai permukaan larutan di leher labu sudah mendekati garis volume. Air yang membasahi leher labu harus diberi waktu secukupnya untuk mengalir ke bawah. Dengan sendirinya tidak boleh ada tetesan air yang melekat pada leher labu di atas permukaan cairan. Jika hal ini terjadi, maka bersihkan laher labu dengan menggunakan kertas saring. Tetapi kertas saring tidak boleh menyentuh larutan. Penambaban air pada akhirnya dilakukkan dengan pipet tetes sampai bagian bawah meniskus cairran berimpit dengan garis batas Volume.
Untuk pekerjaan yang teliti kadang-kadang sebelum penambahan air terakhir, larutan dibiarkan dahulu beberapa jam pada suhu kamar. Hal ini perlu dilakukan mengingat adanya kemungkinan terjadinya penyerapan atau pembebasan kalor pada waktu zat padat itu melarut. Setelah penambahan air sampai tanda batas volme, labu ditutup dengan tutupnya yang bersih dan kering. Kemudian larutan dicampurkan secara homogen dengan cara membalik labu berulang kali.
Larutan yang sudah dicampurkan dengan baik segera dipindahkan ke dalam botol penyimpan yang bersih dan kering. Sebelum larutan dituangkan ke dalam botol penyimpan sebaiknya botol dibilas 1 2 kali dengan sedikit larutan. Setelah cairan ini dipiridahkan berilah etiket pada, botol yang bertulisan: nama dan rumus kimia larutan baku, konsentrasinya, tanggal pembuatan dan sandi sipembuat. Berikut ini diberikan contoh etiket pada botol penyimpan suatu larutan baku.
C. Buret dan Penggunaannya
Buret adalah sebuah tabung kaca yang panjang dengan garis-garis skala. Diameter lubang sepanjang tabung, seragam. Di bagian byali buret terdapat sebuah kran untuk mengatur afiran keluar cairn. Ihiret digunakan untuk memberikan. cairn yang volumenya berbed-abeda, tetapi tepat. Karena itu buret ditera atau dikaliberasi secara teliti.
Buret paling banyak digunakan untuk titrasi. Buret yang diperlengkapi dengan kran kaca lebih banyak digunakan, dan mutlak perlu untuk beberapa jenis cairan (misalnya larutan yod). Larutan bersifat basa kuat dapat menyebabkan kran menjadi macet. Untuk larutan basa digunakan buret yang di bagian bawah dipasang sepotong pipa knret yang diperlengkapi dengan sepotong pipa kaca yang ujungnya dibuat runcing. Pada pipa karet itu dipasang penjepit mohr atau di dalamnya dipasang sebuah peluru kaca untuk mengatur aliran cairan yang keluar dari buret. Buret jenis ini harganya lebih murah daripada buret dengan kran kaca dan lebih cocok untuk digunakan di sekolah.
Pemakaian buret dengan kran pencet untuk kebanyakan larutan tidak dianjurkan karena kemungkirran menyebabkan perubahan pada pipa karet. Misalnya larutan kalium permanganat dan Larutan yod dapat bereaksi dengan pipa karet dan mengurangi elastisitas karet. Selain itu juga tidak mungkin melihat apakah udara sudah seluruhnya dikeluarkan dari pipa karet.
Buret dengan kran kaca di samping pada umumnya digunakan untuk titrasi larutan panas. Panas larutan yang dititrasi tidak akan mencapai cairan di dalam buret dan mempengaruhi volumenya. Buret yang sering digunakan berkapasitas 50 ml dan ditera sampai 0,1 ml. Di laboratorium digunakan juga buret-buret dengan kapasitas 5, 10, dan 25 ml dengan ketelitian kaliberasi sampai 0,05 ml.
Buret semimikro dan buret mikro dapat diperoleh dengan kapasitas sebagai berikut, ketelitian kaliberasi ditulis dalam kurung di belakangnya : 1 ml ( 0,01 ml ), 2 ml ( 0,01 ml dan 0,02 ml ), 5 m1 (0,01 dan 0,02 ml), dan 10 ml ( 0,02 ml).
Buret diberi tanda garis skala yang melingkari separuh tabung buret hingga dengan demikian dapat mudah dihindari terjadinya kesalahan pembacaan volume karena paralaks. Pada jenis buret yang baik, garis-garis skalanya melingkar sekeliling tabung buret untuk setiap ml dan setengah melingkar untuk volume yang lebih kecil. Untuk membantu pembacaan tepat letak meniskus digunakan alat sebagaimana ditunjukkan pada gambar.
Bila cairan berwarna gelap atau bewarna tua seperti halnya dengan larutan kalium permanganat, yang dibaca ialah bagian atas meniskus cairan. Untuk tujuan analisa biasa pembacaan dilakukan dengan ketelitian hingga 0,05 N. untuk analisis yang teliti harus dilakukan pembacaan dengan ketelitian 0,01 0,02 ml, dan itu perlu untuk pembacaan digunakan sebuah kran kaca sebuah buret harus diberi sedikit pelumas dengan vaselin atau lemak pelumas hingga dapat diputar dengan mudah.
Hindari pemakaian terlalu banyak- lemak pelumas.
Tujuan utama pelumasan kran buret ialah untuk mencegah kemacetan. Batang kran dilepas dari rumahnya dan pelumas dioleskan pada batang kran. Harus diperhatikan agar pelumas tersebut tidak masuk ke dalam lubang saluran. Setelah dilumasi batang kran dimasukkan kembali ke dalam rumahnya dan diputar-putar untuk meratakan pelumasan. Sebuah karet gelang kecil mengikat batang kran pada rumahnya untuk menghindarkan terlepasnya, penukaran, atau kehilangan batang kran.
Penggunaan pelumas yang mengandung silikon tidak dianjurkan karena pelumas jenis ini dapat "merayap" sepanjang buret, dan menyebabkan pengo-toran dinding buret.
Kran buret yang terbuat dari bahan teflon tidak memerlukan pelumasan. Buret dengan kran teflon dapat dipakai untuk berbagai larutan tanpa terjadi kemacetan kran, tetapi harganya relatif lebih mahal.

Ada beberapa jenis pemegang buret yang dapat dibeli. Jenis pemegang, buret yang sederhana diperlihatkan pada gambar berikut. Pemegang buret produksi "Fisher" mungkin merupakan pemegang buret yang terbaik yang dapat diperoleh di pasaran, tetapi harganya relatif mahal. Kedua buret dijepit pada tempatnya dan masing-masing buret dapat dengan mudah dilepas dan diatur ketinggiannya dengan hanya menekan mekanisme pegangannya. Pemegang buret ini dibuat dari "Castalloy", sejenis paduan logam anti karat.
Gambar di samping memperlihatkan pemegang buret lain juga produksi Fisher yang harganya lebih murah. Pemegang buret ini dibuat dari baja dan cocok untuk di sekolah.
sebelum dipakai untuk titrasi, buret dibilas satu atau dua kali dengan kira-kira 5 ml larutan, yang setiap kali selesai pembilasan, dialirkan ke luar lagi. Kemudian buret disi hingga sedikit di atas tanda skala 0, kran di bawah dibuka untuk mengisi ujung kran dan mendesak keluar semua udara. Ketinggian larutan diatur sedekat mungkin pada garis skala pertama. Bila perlu suhu dicatat.
Selama titrasi, larutan jangan dialirkan ke luar terlalu cepat dari buret. Selain adanya bahaya akan melewati titik akhir titrasi, kesalahan pada pengosongan buret dapat menjadi lebih besar. Larutan harus dibiarkan mengalir ke luar dari buret tetes demi tetes secara cepat seperti pada kaliberasi, biasanya dengan kecepatan tidak melampaiui 10 ml per menit. Pada waktu melakukan titrasi, kran buret diatur dengan tangan kiri dan tangan kanan memegang labu erlenmeyer yang berisi Larutan atau memegang batang pengaduk.
Bejana yang digunakan pada titrasi dapat berbentuk gelas kimia atau labu erlenmeyer. Jika digunakan gelas kimia, selalu harus dipakai sebuah batang pengaduk untuk mencampur cairan. Larutan yang diteteskan dari buret janganlah dibiarkan berkumpul di suatu tempat di dalam larutan yang sedang dititrasi. Setiap tetes pereaksi (reagensia) yang jatuh di cairan dalam gelas kimia harus disebarkan pada seluruh cairan dengan cara mengaduk. Le tak ujung buret janganlah terlalu tinggi di atas permukaan larutan dalam gelas kimia untuk menghindarkan terjadinya pemercikan.
Sangat dianjurkan menggunakah labu erlenmeyer sebagai bejana titrasi, karena tidak diperlukan lagi batang pengaduk. Pencampuran larutan secara efisien dapat dicapai dengan menggoyangkan labu tersebut selama penambahan larutan pereaksi. Bahaya hilangnya larutan karena percikan sangat kecil. Penggunaan labu erlenmeyer sangat serasi jika larutan harus dididihkan lebih dahulu atau harus bebas dari gas karbon dioksida yang ada di udara.
Untuk setiap prosedur titrasi, khususnya jika banyaknya larutan baku yang diperlukan tidak dapat diperkirakan lebih dahulu, sebaiknya disisihkan sebagian kecil larutan yang akan dititrasi. Kemudian dilakukan titrasi tanpa terlalu berhati-hati hinga tercapai titik akhir titrasi atau sedikit melampaui titik akhir titrasi. Setelah itu sebagian kecil larutan yang telah disisihkan dapat ditambahkan pada larutan utama dan titrasi dilanjutkan dengan seksama hingga tercapai titik akhir titrasi. Dengan cara tersebut di atas kita dapat menghemat waktu. Sebagian larutan yang kita sisihkan harus tidak lebih dari beberapa persen larutan selumnya. Misalkan jika larutan yang dititrasi sebanyak 25 50 ml, kira-kira 1 ml larutan dapat disisihkan dalam sebuah gelas kimia kecil. Bila titik akhir titrasi telah dicapai atau sedikit dilewati, bagian larutan yang kita sisihkan ini dipindahkan secara kuintitatif ke bejana titrasi.
Jika titik akhir titrasi sudah mendekat, sebaiknya tetesan-tetesan larutan dari buret diperkecil. Ini dapat dilakukan dengan memutar kran perlahan-lahan hingga yang mengalir ke luar hanya sebagian dari setetes dan tetap melekat pada ujung buret. Sebagian dari tetesan larutan ini dapat dilepaskan dengan batang pengaduk jika kita menggunakan sebuah gelas kimia atau dengan menyentuhkan ujung buret pada dinding labu erlemeyer. Dalam hal tersebut belakangan ini labu harus dimiringkan dan larutan di dalamnya digoyangkan berputar dengan berhati-hati hingga tetesan kecil larutan tersebut akan bercampur dengan larutan dalam labu.
Sebaiknya dinding labu diblas dengan air wiling bila titik akhir titrasi sudah mendekat. Perlu juga diperhatikan pada mulut labu mungkin terdapat tetesan reagen ada yang melekat. Dalam hal kita tidak merasa pasti apakah titik akhir titrasi telah dicapai atau fidak, harus dilakukan pembacaan pada buret, kemudian ditambah setetes reagensia lagi untuk melihat apakah terjadi perubahan nyata dalam larutan.
Titrasi harus dilakukan dengan penerangan yang baik. Sinar matahari langsung terlalu terang, dapat menyebabkan perubahan kimiawi yang tidak diinginkan dalam larutan, misalnya pada titrasi senyawa perak dengan indikator adsorpsi dan beberapa jenis titrasi yodometris. Penerangan terbaik adalah cahaya siang hari secara tidak langsung. Penerangan dengan lampu sering kurang baik, karena perubahan warna tertentu sangat sulit untuk diketahui.
Pada umumnya larutan yang dititrasi harus dilihat pada latar belakang putih dan untuk maksud ini bejana yang memuat larutan diletakkan di atas tegel porselen putih, atau di atas secarik kertas putih. Perubahan warna akan tampak sangat jelas pada latar belakang putih. Pada titrasi tertentu yang titik akhirnya dinyatakan dengan terbentuknya kekeruhan dalam larutan, sebaiknya digunakan latar belakang berwarna hitam.
Jika perubahan warna pada titik akhir titrasi terjadi secara bertahap, sebaiknya digunakan sebuah larutan pembanding.
Larutan pembanding ini harus memililiki volume dan komposisi yang hampir sama dengan larutan yang dititrasi pada waktu tercapai titik akhir titrasi. Banyaknya indikator yang dibubuhkan juga harus sama. Dengan demikian akan sangat mudah untuk menentukan titik akhir titrasi, warna larutan yang dititrasi harus serupa dengan warna larutan pembanding.
Bila titrasi telah selesai, larutan yang masih tersisa dalam buret dialirkan ke luar, tidak boleh dikembalikan dalam botol penyimpan, kecuali jika akan dilakukan titrasi lain dalam waktu singkat. Kemudian buret dicuci hingga bersih dengan air dan ditutup bagian atasnya dengan gelas kimia kecil. Larutan janganlah dibiarkan di dalam buret untuk waktu lama, khususnya bila larutan itu bersifat basa, peka terhadap cahaya, atau mudah dipengaruhi oleh udara.
D. Alat-Alat Laboratorium dari Plastik
Saat ini sudah banyak macam alat-alat laboratorium IPA yang dibuat dari plastik. Ada beberagai jenis bahan plastik yang digunakan dalam pembuatan alat-alat itu. Di bawah ini akan dibahas sifat beberapa jenis bahan plastik dan penggunaannya

1. Polietilena (Politena)
Politena adalah salah satu bahan plastik yang paling banyak digunakan. Ada dua jenis politena: politena yang ringan (low density) dan politena yang, berat (high density).
Politena ringan relatif lemas dan kuat. Bahan ini banyak digunakan untuk membuat kantong kemas dan cocok untuk membuat alat-alat yang dapat dipencet, misalnya botol cuci dan botol tetes. Politena jenis ini tidak boleh dipanaskan melebihi 70oC.
Politena yang berat, sifatnya lebih keras, kurang transparan, dan tahan panas sampai 100oC. Barang yang dibuat dari bahan ini bentuknya tidak mudah berubah. Politena berat banyak digunakan untuk membuat botol atau berbagai wadah lain untuk menyimpan bahan kimia yang cair.
Potitena adalah bahan termoplastik yang kuat dan dapat dibuat dari yang lemas sampai yang keras.
Pada suhu kamar politena mempunyai daya tahan kimia yang tinggi. Bahan ini tahan terhadap pengaruh cuaca, air panas, larutan alkali pekat, asam klorida pekat, asam fluorida pekat, asam sulfat encer dan pekat, asam nitrat encer, dan banyak macam bahan kimia yang lain. Politena melarut atau bereaksi dengan asam perklorat, asam nitrat pekat, dan karbon disulfida. Pelarut hidrokarbon dapat menyebabkan politena menjadi lunak, membengkak, atau pecah. Botol-botol politena cocok untuk menyimpan alkohol, aseton, dan eter.




2. Polipropitena
Polipropilena adalah suatu termoolast yang serba guna karena memiliki paduan beberapa sifat baik berbagai jenis plastik. Bahan plastik ini berwarna putih susu, ringan, liat, kuat, tidak madah retak, tahan terhadap air panas, dan merupakan suatu isolator listrik yang baik. Polipropilena mempunvai sifat kimia yang sama dengan politena.
Polipropileni digunakan untuk membuat baskom, corong tabung, pipa, botol, bagian-bagian tertentu kulkas dan mesin tenun, dan berbagai perabot rumah tangga. Barang-barang dari polipropilena tahan terhadap benturan dan tahan panas sampai suhu sekitar 140oC.

3. Polistiren
Jenis termoplastik ini sifatnya jernih, keras, halus, mengkilap, dan dapat diperoleh dalam berbagai warna. Bahan ini digunakan untuk membuat perabot dapur, berbagai bentuk kotak atau wadah, pegangan berbagai atat mainan, dan model-model.
4. Polivinil K1orida ( PVC )
Vinil plastik ini keras, kuat, tahan terhadap bahan kimia, isolasi listrik dan dapat diperoleh dalam berbagai warna. Jenis plastik ini dapat dibuat dari yang lemas sampai yang kaku keras. Banyak barang yang dahulu dibuat dari karet sekarang dibuat dari PVC. Penggunaan lain PVC ialah untuk membuat jas hujan. Kantong kemas, bahan tirai atau gorden, isolator kabel listrik, ubin lantai, piring hitam, dan model-model.
5. Polikarbonat
Plastik jenis ini berwarna kuning Sawo, trasparan, keras, memiliki daya rentang yang cukup tinggi, tahan terhadap pengaruh cuaca, tahan panas sampai suhu 150oC, dan dapat disterilisasi. Bahan ini cocok untuk membuat alat-alat laboratorium dan kedokteran yang perlu disterilisasi dan tahan panas.

6. Polimetilpentena ( PAM )
Plastik jenis ini paling ringan, titik leburnya 240oC. Barang dari PMP bentuknya tidak berubah sampai suhu 2000 C, dan tahan terhadap benturan lebih tinggi daripada barang yang dibuat dari polistiren. Bahan ini tahan terhadap bahan kimia yang korosif dan pelarut organik, kecali pelarut hidrokarbon yang me-ngandung klor, misalnya kloroform dan karbon tetraklorida. PMR cocok sekali untuk membuat alat -alat laboratorium dan kedokteran karena tahan panas dan tekanan, tanpa mengalami perubahan. Barang-barang dari bahan plastik ini tahan lama tetapi harganya relatif mahal.
7. Politetrafluometilena (Teflon)
Teflon memiliki daya tahan kimia dan daya tahan.panas yang tinggi (sampai 2600 C). Keistimewaan teflon ialah.sifatnya yang licin dan bahan lain tidak dapat melekat padanya. Pengorengan yang dilapisi teflon dapat dipakai untuk menggoreng telur tanpa minyak. Kran buret atau kran corong pisah yang dibuat dari totlon tidak memerlukan pelumas untuk mencegah kemacetan. Teflon adalah bahan plastik yang ideal untuk membuat alat-alat laboratorium, tetapi harganya mahal.


E. Tabung Reaksi
Digunakan untuk mencampur dan/atau memanaskan zat-zat dalam jumlah kecil. Jika dipakai sebagai wadah suatu zat yang dipanasi, tabung reaksi harus dipegang dengan penjepit atau klem. Pada waktu memanasi, tabung reaksi harus dalam keadaan miring di atas nyala api (lihat gambar). Jangan sekali-kali mulut tabung reaksi yang dipanasi itu menghadap kepada diri sendiri atau orang lain.
Gelas piala dan labu (Erlenmeyer dan Florence).
Digunakan sebagai wadah untuk cairan. Pada pemanasan dapat dipakai kaki tiga dan kasa sebagai alas labu. Sebaiknya gunakan gelas atau labu yang tahan api (Pyrex).



F. Corong dan Kertas Saring
Zat-zat yang tidak melarut dalam suatu larutan dapat dipisahkan dari cairannya dengan proses penyaringan. Berbagai bagian yang berlubang kacil atau berpori-pori seperti kertas saring, kapas, wol kaca, serbuk arang, lempeng kaca, dan Porselin. yang berlubang-lubang kecil dapat digunakan sebagai bahan penyaring. Bahan penyaring yang banyak digunakan di dalam laboratbrium adalah kertas saring.
Untuk menyaring di laboratorium dipelukan corong, kertas saring, dan statif. Corona yang berisi kertas saring dipasang dengan klem pada statif. Kemudian di bawahnva diletakkan gelas kimia yang bersih hingga tangkai corong tepat menyentuh sisi dalamnya.
Besar corong dan kertas sarine yang digunakan tergantung pada banyaknya endapan yang akan disaringe dan tidak ditenrukan oleh volume cairan.
Pada akhir penyaringan seluruh endapan sebaiknya hanya monempali sepertiga kapasitas alat penyaring. Corong yang paling banyak digunakan adalah corong yang bersudut 60o dan panjang tangkainya sekitar 10 cm untuk memperlancar penyaringan. Kertas saring yang lazim digunakan adalah kertas saring. yang berdiameter 9 dan 11 cm.
1. Kertas Saring Berlipat Biasa
Kita menggunakan dua macam kertas saring, yaitu kertas saring yang biasa dan kertas saring yang dilipat ganda. Kita menyaring dengan kertas yang dilipat biasa bila pada penyaringan diperlukan zat endapan-nya, dan kita menggunakan kertas saring yang dilipat ganda bila yang diperlukan filtrat atau cairannya.
Menggunakan kertas saring yang dillipat biasa memudahkan memin-dahkan endapan. Kertas saring dilipat menjadi setengah bagian dan kemudian dilipat lagi menjadi seperempat bagian. Kartas saring yang telah dilipat ini dibuka hingga membentuk kerucut 60o. Selanjutnya kertas saring ini diletakkan dalam corong yang serasi, yaitu bagian atas kertas saring berada 1-2 cm lebih rendah dari bagian atas corong.
Cara menyaring degan menggunakan corong dan kertas saring.
1) Lipatlah kertas saring menjadi empat bagian yang sama! Cara lain yang lebih baik untuk melipat kertas saring adalah dengan melipat kertas saring menjadi setengah bagian, kemudian dilipat sekali lagi, hingga sisi lipatan tidak seluruhnya berimpit (kedua lipatan itu membentuk sudut 3-4o untuk corong yang bersudut 60o). Selanjutnya lipatan dirobek sedikit hinga dalamnyasekitar sepertiga jari-jari kertas saring.
2) Bentuklah kertas saring itu menjadi corong hingga separuh corong itu terdiri dari satu bagian. Yang separuhnya, lagi terdiri dari tiga bagian kertas saring yang terlipat kemudian masukkanlah ke dalam corong! Kertas saring dibuka dan ditempatkan dalam corong. Separuh bagian atasnya harus melekat dengan baik pada corong. Jika tidak melekat dengan baik, maka. sudut kedua lipatan kertas saring harus disesuaikan sehingga ia dapat melekat dengan baik.
3) Berilah beberapa tetes pelarut zat yang akan disaring hingga, corong kertas itu melekat dengan baik pada corong kaca! Atau kertas saring ini dibasahi dengan air dan ditekan dengan telunjuk pada dinding corong hingga bagian atasnya melekat pada corong. Jika kertas saring kertas saring menempel dengan baik, tangkai corong akan berisi penuh dengan cairan selama penyaringan. Jika tangkai corong berisi gelembung-gelembung udara akan menperlambat proses penyaringan.
4) Tuangkan cairan yang hendak disaring dengan perlahan-lahan jangan sampai ada cairan yang tertuang atau meluap di luar kertas saring! Lihat Gambar!

Gambar Melilpat kertas saring dengan cara biasa

Cairan yang akan disaring dituangkan melalui sebuah batang pengaduk ke dalam corong dengan mengarahkan cairan pada sisi corong dan tidak pada ujung kerucutnya. Ujung bagian bawah batang pengaduk harus sangat dekat, tetapi tidak menyentuh kertas saring pada sisi yang berlapis tiga.
Kertas saring tidak boleh diisi penuh seluruhnya dengan cairan. Ketinggian cairan janganlah melebihi 10 mm dari bagian atas kertas saring. Endapan yang cenderung berada di alas gelas kimia harus dipindahkan dengan menempelkan batang pengaduk pada moncong gelas kimia, kemudian gelas kimia ini diangkat ke atas dan di-semprotkan air dari botol semprot ke dalam gelas kimia hingga endapan mengalir dan masuk ke dalam kertas sring.
Sisa endapan yang melekal pada dinnding gelas kimia dapat dikeluakan dengan batang pengaduk berujung karet. Kecepatan penyaringan ter-gantung pada suhu, karena kenaikan suhu mengurangkan gerakan antara cairan dan lubang-lubang kertas saring. Jika mungkin penyaring-an dilakukan dalam keadaan panas.
2. Kertas Saring Berlipat Ganda
Bila pada suatu penyaringan diperukan cairannya, sebaiknya digunakan kertas saring yang dilipat ganda. Penyaringan akan berlangsung lebih cepat, karena permukaan penyaring-an lebih luas. Pilihlah kertas saring dan corong yang serasi. Ujung kertas saring yang berlipat berada kira-kirar 10 mm di bawah ping-giran atas corong. Misalkan untuk kertas saring yang berdiameter 120 mm, gunakanlah corong yang berdiameter 100 120 mm.
Lipatlah kertas saring menjadi setengah bagian dan kemudian menjadi seperempat bagian. Letakkanlah masing-masing pinggiran ke dalam lipatan tengah dan lipat-lagi. Janganlah mengurut lipatan ini dengan kuat di bagian tengahnya yang dapat melemahkan bagian tengah ini, hingga kertas saring dapat pecah selama penyaringan. Lanjutkan rangkaian lipatan ke dalam lihat gambar berikut!
Peganglah kerucut kertas saring yang.dilipat dengan tangan kiri dan buatIah lipatan baru pada masing-masing segmen dengan arah yang berlawanan dari rangkaian lipatan pertama. Hasilnya adalah susunan berbentuk kipas. Bukalah kertas saring dan perhatikanlah dua tempat (1 dan 2) dimana kertas saring akan menempel pada dinding corong. Melipatnya hanya separoh ke dalam dari yang lain. Kuatkanlah semua bagian kecil ini dengan melipatkanya sekali lagi unvik kedua kalinya, dan kertas saring sekarang sudah siap untuk dipakai.



G. Pipa Kaca
a. Cara memotong pipa kaca ialah sebagai berikut :
• Letakkan pipa kaca pada permukaan yang datar!
• Pada tempat yang dikehendaki goreslah pipa itu dengan sudut kikir hingga bekas goresan tampak jelas!
• Peganglah pipa itu dengan dua tangan, dengan ibu jari kanan di sebelah kanan dan ibu jari kiri di sebelah kiri goresan.
• Peganglah jangan dekat wajah atau benda-benda lain.
• Patahkan pipa kaca itu dengan bertumpu pada kedua ibu jari tanpa ragu-ragu. Lihat Gambar
b. Caranya menghaluskan ujung patahan
Potongan pipa kaca itu akan menghasilkan ujung patahan yang tajam. Ini perlu dihaluskan dengan menggunakan pembakar gas atau pembarkar bunsen yang menghasilkan panas tinggi.
Caranya menghaluskan ujung patahan pipa kaca ialah sebagai berikut.
I) Peganglah potong pipa kaca hingga bagian yang tajam terdapat di ujung nyala api!
II) Putarlah perlahan-lahan hingga panas merata di seluruh bagian yang tajam. Ujung yang tajam itu akan mulai meleleh dan menghasilkan permukaan yang halus. Lihat Gambar
III) Setelah pemanasan itu, ujung pipa kaca akan panas sekali. Letakkan di atas lembaran asbes!
c. Membengkokkan pipa kaca
Kadang-kadang pipa itu perlu dibengkokkan dengan cara berikut.
1) Peganglah kedua ujung pipa itu!
2) Panasi bagian tengah pipa dengan nyala api seperti di atas dengan jalan memutar-mutar pipa dan sedikit menggerakkannya ke depan dan ke belakang.
3) Begitu bagian pipa yang dipanasi itu menjadi lunak, jauhkan dari nyala api dan bengkokkan (lihat Gambar)!
d. Memasukkan pipa kaca ke dalam lubang sumbat
Memasukkan pipa kaca ke dalam lubang sumbat perlu dilakukan dengan cara berikut.
1) Kedua ujung pipa kaca hendaknya sudah dihaluskan!
2) Berilah pelumas vaselin atau gliserin, baik pada ujung pipa yang hendak dimasukkan maupun pada lubang sumbat (tentu saja harus dipilih lubang sumbat yang bergaris tengah sama dengan pipa).
3) Peganglah pipa erat-erat dekat di ujungnya, kemu-dian masukkan. ke dalam lubang dengan gerak memu-tar! Termometer dapat dima-sukkan ke dalam lubang sumbat dengan cara yang sama. Lihat Gambar!
H. Alat Pemanas
Pembakar spiritus banyak dipakai untuk praktikum. Jaga jangan sampai.terjadi kebocoran. Untuk memadam-kannya dengan cara meletakkan kembali tutupnya. Jangan ditiup.
Untuk melelehkan atau melunakkan kaca (misalnya, membengkok-an pipa kaca) diperlukan panas yang tinggi. Ini dapat diperoleh dengan menggunakan pembakar bunsen atau pembakar spiritus. Kompor gas dengan tabung-tabung gas bertekanan dapat dibeli di toko. Dapat juga dipakai blowtorch, yaitu semacam kompor Yang, nyala apinya dapat menyembur, atau kompor pompa.
Gambar lampu spiritus, mantel pemanas dan kompor listrik
I. Alat Seksi
Skalpel terutama digunakan untuk mengiris. Pinset dipakai untuk menjepit. Spatula untuk mengangkat sesuatu yang mungkin rusak bila digunakan skalpel atau pinset.
Untuk melakukan pembedahan hewan ujung gunting yang tumpul yang boleh masuk ke dalam. Cara ini untuk menjaga jangan sampai ada kerusakan yang tidak dikehendaki.
Alat-alat seksi dapat dibeli dalam kotak yang berisi bermacam-macam alat, biasanya dilengkapi juga dengan kaca pembesar.





Gambar alat-alat seksi (pimgset, jarum, gunting, skalpel, spatula).
Cara Membaca Skala pada Alat Pengukur volum
• Arah penglihatan. harus tegak lurus terhadap bidang yang memuat pembagian skala itu (lihat Gambar). Arah penglihatan yang miring akan menghasilkan pembacaan yang tidak tepat (lihat Gambar). Cara membaca skala itu berlaku untuk semua alat pengukur; misaInya, tabung pengukur, pipet, buret, termometer, barometer, neraca, dan stopwatch.
• Meniskus yang cekung hendaknya dibaca pada bagian yang terendah (lihat Gambar). Meniskus yang cembung (misainya air raksa dalam tabung kaca) harus dibaca. pada bagian yang tertinggi







J. Mikroskop
Pada laboratorium kimia, mikroskop sering digunakan untuk melihat kristal dari suatu senyawa. Misalnya kristal NaCl, kristal CuSO4.5H2O, kristal asam sitrat dan sebagainya.
Pembesaran bayangan benda yang dilihat dengan mikroskop tergantung dari daya membesarkan okuler dan objektif. Jika okuler mempunyai daya membesarkan 5 x dan objektif 10 x, maka benda yang dilihat akan diperbesar menjadi 5 x 10 = 50 garis tengah; artinya ialah bahwa jika benda itu panjang sesungguhnya 1 mm, akan tampak menjadi 50 mm.
Semua bagian lain dari mikroskop merupakan pembantu terhadap pembesaran oleh lensa-lensa tersebut di atas.
Cara menggunakan mikroskop adalah sebagai berikut.

• Letakkan mikroskop di atas meja dengan lengan tepat di hadapan kita. Meja objek dalam keadaan datar.
• Dengan memutar revolver aturlah objektif dengan perbesaran lemah tepat di tengah meja objek (membuat garis lurus dengan okuler dan cermin), sampai terdengar bunyi "klik".

selengkapnya dapat Anda baca di buku Petunjuk Laboratorium IPA
Diposkan oleh Tumbuhan Obat & Sains di 01:34 0 komentar
Senin, 2008 September 15

Rabu, 10 Desember 2008

buku baru, Pereaksi Kimia



telah terbit di UNP Press 28 buku pada Desember 2008 ini!
bagi yang berminat silahkan hubungi: unppress@unp.ac.id, tarmizi_mipa@yahoo.co.id, nasbahry.couto@yahoo.co.id

Kamis, 19 Juni 2008

Menolong korban


Bagaimana Menolong Korban Sengatan Listrik?
02 April 2008
Listrik adalah sahabat Anda. Berkat listrik rumah Anda bisa terang benderang, udara rumah tak jadi gerah, dan segala aktivitas Anda pun jadi makin mudah. Namun, ada pula ancaman bila kita sembarangan memperlakukan listrik.
Setidaknya listrik bisa bikin Anda tersengat. Kalau sampai disengatnya, akibatnya bisa bermacam-macam. Mulai dari sekedar terkejut, membuat luka bakar ditubuh Anda, atau yang tergolong fatal berupa kematian. Sengatan listrik dapat membuat jantung berhenti berdenyut, otot berkontraksi (mengerut), pernafasan berhenti karena pusat saraf yang mengatur pernafasan menjadi lumpuh.
Kalau anda melihat orang tersengat listrik, ada beberapa hal yang bisa anda lakukan. Pertama, segera matikan aliran listrik. Bisa dengan mematikan peralatan yang menjadi sumber setruman atau langsung dari MCB.
Cara penangananSetelah itu, segera pindahkan korban ke tempat aman serta bersirkulasi udara lancar. Baringkan korban serta periksa denyut nadi dan pernapasannya. Berikan bantuan pernapasan buatan jika dibutuhkan seperti pingsan. Bila mengalami luka bakar, segera berikan pertolongan pertama untuk kemudian dilarikan ke dokter. Bila korban mengalami muntah, upayakan untuk dikeluarkan. Agar lubang tenggorokannya tidak tertutup, tarik rahangnya ke depan.
Untuk memulihkan fungsi jantung, urut rusuk korban. Bagi orang dewasa, dibutuhkan pengurutan rusuk sampai 60 kali dalam satu menit. Sedang untuk anak-anak lebih banyak lagi, sampai 90 dalam semenit. Dan yang perlu diperhatikan ketika mengurut, hindari menekan rusuk terlalu keras. Karena bisa berakibat fatal menyebabkan rusaknya rusuk korban.Untuk pembuatan nafas buatan ada tekniknya. Pertama, telentangkan korban, lalu tekuk kepalanya ke belakang. Kemudian, anda buka mulut, tarik napas kuat-kuat, baru tutup mulut. Kemudian tiupkan udara ke mulut korban sekuat-kuatnya sampai rongga paru-paru terangkat. Ketika melakukannya, jangan lupa tekan hidung korban supaya udara yang anda tiupkan tidak keluar. Sebisa mungkin, segera lakukan pernapasan buatan ketika korban tersengat. Tiga sampai empat kali pernapasan buatan awalan akan sangat membantu korban.
Jika korban adalah anak kecil, dibutuhkan lebih banyak lagi pernapasan buatan, sampai 20 kali dalam semenit.Untuk pernapasan buatan, mungkin karena pertimbangan tertentu, bisa tidak dilakukan lewat mulut. Pembuatan nafas buatan boleh disalurkan lewat hidung korban. Kalau setelah dilakukan pernapasan buatan, ternyata paru-paru juga tidak mengembang, periksa mulut, hidung, dan kerongkongan. Mungkin ada sesuatu yang menghambat aliran udara untuk masuk. Serta setelah diberikan pertolongan pertama, segera bawa untuk mendapat pertolongan medis lebih lanjut.
Preventif (pasti) lebih baikCara-cara seperti itulah yang dapat anda lakukan ketika menolong korban sengatan listrik. Nah, agar itu tidak menimpa anda, tentu harus berhati-hati menggunakan listrik. Bersiagalah dan selalu waspada setiap akan menggunakan peralatan elektronik yang memakai listrik.
Periksa kabel yang akan kita gunakan, khawatir ada kabel yang terkelupas. Langkah antisipasi lainnya adalah tidak menumpuk steker di satu stop kontak. Juga cegah putra-putri kita bermain-main dengan kabel atau stop kontak. Karena itu, baiknya letakkan stop kontak atau kabel jauh dari jangkauan anak-anak. Larang juga anak-anak bermain layang-layang di dekat tiang listrik. Benang bisa menjadi penghantar listrik yang membahayakan jiwa.
Intinya, tingkatkan kewaspadaan kita agar terhindar dari bahaya sengatan listrik. Langkah preventif yang kita lakukan akan sangat membantu mengurangi kemungkinan tersengat listrik.
Baru
PERTOLONGAN PERNAFASAN Dikirim oleh: Anonymous pada Rabu, 05 Mei 2004 - 07:48 AM GMT
Metode yang paling baik untuk menggerakkan pernafasan, korban yang berhenti pernafasannya dalam keadaan darurat, adalah dengan membentangkan / terlentangkan sepenuhnya kepala penderita dan meniup udara masuk keparu parunya melalui mulut atau hidung.PERTOLONGAN PERNAFASAN DARI MULUT KE MULUTPERSOALAN –2 YANG SANGAT PENTING UNTUK DIINGAT – INGATA. Metode yang paling baik untuk menggerakkan pernafasan, korban yang berhenti pernafasannya dalam keadaan darurat, adalah dengan membentangkan / terlentangkan sepenuhnya kepala penderita dan meniup udara masuk keparu parunya melalui mulut atau hidung.B. Pengalaman bertahun – tahun serta percobaan –2 telah dapat dibuktikan bahwa metode (sistem)mulut ke mulut adalah sangat tepat dan berguna, karena :→ Sipenolong dapat melihat dada korban mengembang yang memberi kepastian bahwa sesungguhnya udara keluar masuk kedalam paru-paru sipenderita.→ Udara yang ditiup si penolong mengandung O2 yang cukup dan mengandung CO2 daalam batas – batas yang aman . Apabila penolong dua kali bernafas secara normal, darah korban akan menerima bantuan zat asam(O2) yang cukup asalkan jantungnya tetap mengedarkan darah.C. Jalan udara terbuka bebas dari mulut keparu – paru adalah sangat penting untuk pertukaran udara kedalam paru – paru.→ PERHATIAN : Saluran udara korban yang pingsan (tak sadar )biasanya tersumbat oleh lidah yang kaku (diam)karrna melenturnya rahang bawah . Lidah yang berhubungan dengan rahang tertarik kebelakang dan saluran udara tersumbat dengan sempurna .D. Metode (sistem) ini adalah yang paling mudah, karena sangat mudah bagi sipenolong untuk menahan kepala dan rahang korban dan meyakinkan ada saluran udara yang terbuka.→ PERHATIAN :Bagi seluruh korban membentangkan sepenuhnya kepala kebagian belakang akan membuka kembali saluran udara, oleh karena dengan memiringkan (merenggut)kepala kebelakang akan menarik rahang bawah ke muka dan mengangkat lidah kedepan hingga membebaskan jalannya saluran udara. Cara –2 tekanan pada punggung, mengangkat tangan atau metode (sistem)lainnya kurang dapat dipercaya , karena lidah menyumbat kebebasan saluran udara (pernafasan )E. Waktu antara pernafasan berhenti dan saat mulainya pertolongan pernafasan mulut ke mulut adalah sangat penting . Memang demikian , karena pertolongan pernafasan dari mulut ke mulut dapat menyelamatkan manusia yang kelihatannya hampir mati . Ingat bahwa korban jarang tertolong jika ia tidak bernafas lebih dari lima menit. Kalau anda tidak mengetahui dengan pasti bahwa tidak terlihat adanya pernafasan kira – kira lebih dari 10 menit, maka anggaplah pernafasan baru saja berhenti dan mulailah memberi pertolongan .Harapan berhasil 96 persen dalam waktu dua menit pertama yang menurun menjadi dua persen dalam enam menit. Oleh karenanya masalah waktu adalah sangat penting.Jangan membuang –2 waktu dengan persiapan –2 yang memakan waktu. Apabila anda hanya sendirian , jangan menunda–nunda untuk mulai melakukan pernafasan buatan, sementara anda berlari keliling mencari untuk mendapatkan bantuan. Mulailah dengan segera dan teruskan , usaha-2 anda dapat menyelamatkan sikorban.F. Menghidupkan kembali diusahakan terus menerus sampai si korban dapat hidup kembali atau dokter memutuskan bahwa korban sudah meninggal ataupun anda tidak dapat melanjutkan usaha tersebut lebih lanjut karena kehabisan tenaga.G. Jangan membuang buang waktu untuk mengusahakan mengeluarkan cairan / air dari tubuh sikorban. Kalau anda telungkupkan dia dengan muka menghadap ketanah , anda hanya dapat mengeluarkan air dari dalam perutnya , tetapi anda tidak dapat mengeringkan paru – parunya . Seringkali air mau keluar dari paru-2 korban selama dilakukan pernafasan dari mulut ke mulut aaatau makanan juga dapat keluar . Tetapi hal ini harus dibersihkan dengan segera kalau tidak barang – barang ini (air,makanan )akan mengalir kembali kedalam atau dapat juga tertiup masuk kedalam paru – paru.Segera setelah cairan itu masuk kedalam mulut sikorban , putarlah kepalanya kesamping dan angkat bahu yang berhadapan dengan mukanya itu sehingga mulutnya berada dibawah dadanya . Dan cairan itu akan keluar . Cepat - cepat bersihkan mulutnya dengan jari – jari tangan anda . Bersihkan mulutnya dan segera ulangi lagi pernafasan dari mulut ke mulut .H. Pernafasan dari mulut ke mulut dapat dipergunakan dalam setiap KECELAKAAN yang mengakibatkan berhentinya pernafasan .Dalam banyak kejadian , mati semu /hampir mati dapat diakibatkan tenggelam dalam air,pernafasan terhenti , tersumbat saaluran pernafasan , zat asam arang (CO2),kejutan listrik , luka/ cidera dikepala atau obat bius/keras yang terlampau banyak (melampaui dosis).I. Beberapa jenis kecelakaan atau penyakit juga dapat mengakibatkan berhentinya jantung berdetak /berdebar . Agar dapat hidup kembali korban memerlukan kedua cara itu yakni pernafasan dari mulut ke mulut dan dari luar , tapi harus dilaksanakan dengan betul dan tepat , PENEKANAN JANTUNG DARI LUAR .Kedua cara untuk menghidupkan kembali ini memerlukan latihan khusus.TINGKATAN CARA MENGHIDUPKAN KEMBALI DENGAN PERNAFASAN DARI MULUT KE MULUT1. PENDERITA dibaringkan pada punggungnya diatas tanah atau permukaan yang keras (sikap terlentang)2. MIRINGKAN KEPALA KEBELAKANG → Dengan tangan yang satu diletakkan pada dahinya dan tangan yang lain dibawah tengkuknya .→ Lekatkan mulut anda selebar-2nya di sekeliling mulut penderita dan cegah sedapat – dapatnya kebocoran udara (antara mulut).→ Tutup hidung si penderita . 3. HEMBUSKAAN UDARA KEDALAM PARU – PARUNYA→ Tiup mulutnya sampai dada sipenderita mengembang. Tiupan–tiupan permulaan yang sepuluh kali harus diberikan secepat mungkin 4. PERHATIKAN BERKEMBANGNYA DADA DAN PERIKSA KEMUNGKINAN–KEMUNGKINAN YANG MERINTANGI/ MENYUMBAT KERONGKONGAN→ Apabila dadanya tidak mengembang dengan segera balikkan si penderita kedalam sikap tertelungkup , berilah satu tekanan keras keatas sehingga punggungnya keatas dengan telapak tangan .→ Ambil /keluarkan penghalang dari mulut si penderita .→ Putar balik kembali dengan segera dalam sikap terlentang dan ulangi meniup udara kedalam paru – parunya .→ Pernafasan yang diberikan kedalam paru–paru orang dewasa seharusnya 12 – 15 kali tiap menit atau satu kali gerakan setiap 5 (lima) detik.UNTUK ANAK – ANAK1. Ikutilah cara yang sama bagi orang dewasa , kecuali :→ Pernafasan yang diberikan kedalam paru–paru anak–anak seharusnya 20 kali setiap menit atau satu kali setiap tiga detikUNTUK BAYI1. Untuk bayi yang tidak bernafas kerjakan sebagai berikut :→ Segera letakkan anda menutupi lubang si bayi dan tiupkan sedikit demi sedikit udara daari satu kali tarikan nafas anda, yaitu udara dari kembungan kedua pipi anda saja .(jangaan meniup dengan kencang seperti halnya dengan orang dewasa atau anak – anak belasan tahun)→ Angkatlah mulut agaar sibayi dapat mengeluarkan udara dari lubang hidung dan mulutnya .UNTUK BENDA-BENDA YANG MERINTANGI KERONGKONGAN ATAU BULUH - BULUH TENGGOROK DARI ANAK – ANAK ATAU BAYI1. BAYI→ Gantungkan dengan mamagang kakinya , kepala dibawah→ Buka mulutnya , dengan demikian benda – benda yang tersembunyi (di dalam kerongkongan ) dapat keluar .→ Kalau diperkirakan / diduga benda – benda yang berasal dari luar tubuh si bayi menutup kerongkongannya , pakailah jari – jari tangan anda untuk mengeluarkannya .2. KANAK – KANAK → Untuk melepaskan / mengeluarkan benda – benda dari dalam kerongkongan anak – anak pegang dan tahan kepalanya kebawah dan pukul tulang punggungnya diantara kedua tulang belikat.MENGHIDUPKAN KEMBALI JANTUNG DAN PARU – PARU1. Meramas – remas jantung dari luar (External Cardic Compression – ECC) bersama dengan cara pernafasan dari mulut ke mulut untuk menghidupkan kembali jantung dan paru –paru apabila dibutuhkan . Apabila hal ini dilakaukan bersama – sama disebut MENGHIDUPKAN KAEMBALI JANTUNG DAN PARU – PARU (HEART LUNG RESUSCITATION). Cara/ tekhnik demikian ini diperlukan apabila jantung dan paru – paru tidak bekerja . Dalam hal ini, penggantian dan peredaran udara yang memadai /cukup diberikan dalam beberapa menit.2. BILA DILAKUKAN OLEH DUA ORANG PENOLONG Seorang penolong pada sebelah kanan si korban akan memompa paru – paru nya. Penolong yang kedua pada sebelah kiri meremas – remas jantung si korban dari luar .→ Pompa paru –parunya satu kali setiap 5 (lima) sampai 6 (enam ) kali penekanan rongga dadanya → Dalam setiap satu menit harus dilakukan penekanan 60 sampai 90kali → Harus terdapat satu kerja yang cepat antara kedua orang penolong3. BILA DILAKUKAN OLEH SATU (1) ORANG PENOLONG Antara 3 (tiga ) sampai 8 (delapan )kali pemompaan paru – paru dan 15 (lima belas )kali penekanan .4. CARA PERTOLONGAN PADA ANAK – ANAK80 (delapan puluh ) sampai 100 (seratus) kali penekanan tiap menit dengan tekanan sedikit /ringan pada rongga dada.5. CARA PERTOLONGAN PADA BAYI Pergunakanlah , hanya tekanan pada ibu jari .6. CARA – CARA PELAKSANAAN→ Berlututlah bertentangan dengan dada si penderita → Tempatkan bagian bawah dari salah satu telapak tangan da tengah – tengah tulang dada pada bagian ketiga dari bawah .→ Letakkan tangan yang lain diatasnya .→ Ayunkan kedepan sampai tegak lurus memakai tekanan kebawah pada tangan anda .→ Gerak ini harus dapat merendahkan / menekan kebawah tulang dada kira – kira satu - setengah inci sampai dua inci dan menimbulkan suatu tekanan yang serempak pada jantung.PERTOLONGAN PERTAMA DAN PERNAFASAN BUATANINSTRUKSI – INSTRUKSI DALAM PERTOLONGAN PERTAMA1. SINAR MATAHARISinar matahari akan menyebabkan wajah merah , pelupuk mata membesar , kulit menjadi panas dan kering tanpa keringat dan pasien menarik napas panjang dan lamban . Pasien ini harus dipindah ketempat yang nyaman , pakaian dikendorkan atau labih baik sebagian pakaian dilepaskan . Air dingin atau es harus digosokkan pada muka , tengkuk , dadadan ketiak . Bila merasa pusing dan kehabisan tenaga karena panas , pertolongan pertamanya orang itu harus dibawa ketempat yang nyaman , dibaringkan , basahi tangan dan mukanya dengan air dingin , dan diberi minum air dingin.2. SESUATU YANG MASUK KE MATA Jika ada sesuatu yang masuk kemata , cobalah cara berikut ini : tutup mata anda , taruh tangan dibelakang , tangan berpegangan dan biarkan demikian sambil menghitung sampai 60. Hal ini dapat menghindarkan dari menggosok mata dan menutup keseluruhan mata ,menyebabkan air mata berkumpul dan sering mengapungkan benda itu ke bawah sehingga mudah diambil . Jika anda menggosok mata anda seperti yang biasa dilakukan ,anda akan membawa benda itu jauh kedalam matadan mengakibatkan sulit untuk diambil, juga akan menimbulkan rasa sakit . Bila cara ini gagal , tariklah kebawah kelopak mata bagian atas 2 atau 3 kali ,tutyuplah lobang hidung yang bersilang , dan tiuplah hidung anda kuat – kuat. Bila cara ini juga gagal ,mintalah orang lain untuk membalik kelopak mata dengan hati – hati dengan sebuah korek api atau tusuk gigi , dan dengan ujung saputangan yang bersih , atau seikat katun yang menyerap , luka yang ada diulas pada benda yang biasanya terlihat pada kelopak mata atau bagian dalam mata . Kertas tissue yang bersih (basahkan sedikit ) juga dapat dipakai untuk mata . Bila cara ini tidak bisa dipakai , gunakanlah saputangan yang bersih , basahkan dengan air sejuk , kompreskan dengan mata tertutup dan kemudian bawalah kedokter segera .3. SALAH URAT (TERPELECOK)Salah urat merupakan akibat dari bergeraknya otot atau persendian secara tidak wajar . Selalu terjadi pembengkakan dan harus dikompres dengan air panas atau dingin . Si sakit harus menjaga agar bagian yang terluka tidak terlalu banyak bergerak dan jangan ada benda berat yang diletakkan di atasnya .4. LUKA BAKAR (BURNS)Luka bakar dijaga agar jangan ada udara masuk dengan cara memberi “ vaselin “ atau minyak carron (campuran dari minyak biji rami dan air jeruk ). Salah satu cairan ini ditaruh pada kain yang bersih kemudian letakkan diatas luka bakar tersebut , kemudian ditutup dengan perban melingkar . Jangan taruh kain katun diatas luka bakar , karena kain ini akan melekat pada luka dan sulit untuk dilepas .Bahaya terbesar yang diakibatkan dari luka bakar dimana kulit sudah terbakar adalah adanya injeksi . Hal ini karena kulit akan menjadi lepuh . Dua hal yang harus diperhatikan dalam mengobati luka bakar adalah menjaga agar kulit yang melepuh ini memecah dan jangan terburu – buru disaat memberi serum . Bila dalam luka bakar tersebut tertinggal kain atau potongan baju , pasien harus segera dibawa ke dokter . Potonglah bagian baju sampai pada bagian yang terluka , tetapi jangan coba – coba memindahkan sendiri potongan kain yang melekat pada luka bakar tersebut .Berilah pada luka bakar tersebut alkalis atau cuka dengan cara mengulasnya secepat mungkin dan hilangkan cuka tersebut dengan cara memasak soda atau amoniak lemah – alkalis dengan cuka atau lemon juice . Luka bakar yang parah membutuhkan perawatan dari dokter setelah pertolongan pertama diberikan .5. LUKA BAKAR (SCALDS)Scalds adalah luka bakar yang disebabkan oleh air panas , cairan metal atau lilin, dsb . dan laka semacam ini harus dirawat sama dengan luka bakar (burns). Pada luka parah membutuhkan perawatan dokter . Bila perawatannya tidak baik luka akan membekas .6. GIGITAN ATAU SENGATAN Harus segera diberi amoniak , garam basah dan Lumpur .7. KERACUNANHarus segera dibawa ke dokter, jangan hanya menunggu datangnya dokter . Kurangi racun dengan memberi minuman yang ada seperti air , susu, dan telur . Mengisi perut dengan 2 atau 3 gelas atau bahkan lebih akan menyebabkan si penderita memutahkan racun dari dalam perut . Bila cairan itu terasa tidak sedap , secara otomatis akan dimuntahkan , setelah diberi beberapa gelas cairan , garuklah bagian belakang tenggorokan . Setelah dimuntahkan , berilah sipenderita air hangat .8. LUKA TERPOTONG Luka seperti ini harus dirawat seperti pada luka yang disebabkan karena tergores seoerti pada kasus – kasus lain dan keracunan darah yang fatal akan terjadi karena luka kacil.Bila terjadi pendarahan yang berat pada luka tersebut , hal yang harus dilakukan adalah memeriksa pendarahan dan kemudian diberi obat merah (kalau ada) secara menyeluruh pada permukaan luka (jangan gunakan iodine pada luka semacam itu ), kemudian berilah bantalan yang steril. Jika bantalan ini tidak ada , maka saudara dapat menggunakan kain yang steril dengaan memaakai selaembar saputangan atau memasaknya selama 5 menit. Jangan menyentuh bagian luka dengan jari tangan . Kemudian berilah kain yang memyerap sebagai kompres, bila diinginkan, dan perban berbentuk segitiga atau perban yang melingkar. Sebetulnya , tidak aman kalau kita mencuci luka disaat pertolongan pertama diberikan, kecuali bila tidak ada kain yang steril atau air panas untuk mencuci. Saudara dapat mengurangi bahaya ini dengan cara mencucinya pada air yang mengalir.9. PENDARAHAN Pendarahan yrat nadi terlihat saat darah keluar sangat deras dan berwarna terang. Ini bisa berbahaya bila urat nadi besar terpotong, dan bila tidaak diperikasa lebih awal, orang itu akan meninggal. Pemeriksaan pendarahan dilakukan dengan cara menekan antara jantung dan luka, berilah saputangan melingkar pada sisi dekat jantung, ikat melingkar 2 kali , sisipkan sebuah gagang kecil diantara ikatan dan dibelitkan sampai pendarahan berhenti.Pendarahan pembuluh darah mengalir secara tetap dan berwarna gelap , tekanannya harus dipusatkan dibagian luka , agak jauh dari jantung.10. PINGSAN Tampatkan pasien dengan kepala lebih rendah , longgarkan pakaian , berilah udara secukupnya dengaan Jalan membuka jendela atau memasang kipas angin , dijaga agar jangan dikerumuni . Menghirup garam atau cairan amoniak lemah dibawah hidung (tetapi tidak menutup lubang hidung seluruhnya ), gosoklah lengan dan kaki selalu menuju jantung . Percikkan air dingin pada dada . Botol – botol berisi air panas atau panas dalam bentuk apapun dapat dipakaikan pada kaki dan lengan , tutup dengan selimut .11. DISLOCATION Dislocation adalah luka dimana sebuah tulang tergelincir dari lubang sendinya. Jempol dan jari yang mengalami dislocation lebih serius daripada yang dibayangkan. Tutup luka itu dengan kain bila ada patah tulang untuk menghindari dari rasa sakit. Pembalutan dapat terbuat dari potongan kayu untuk sapu atau pegangan cangkul, penggaris pelupuh, karton yang berat, rotan, tongkat jagung, gulungan Koran,dsb.12. PEMBALUTAN Pembalutan harus dilakukan dengan keras dan cukup panjang untuk menjaga agar tidak terjadi gerakan pada kedua sambungan, dan jika mungkin harus sama lebarnya dengan lebar benda yabg dibalut. Pembalutan diberi bantalan yang baik dari bahan yang halus pada bagian dalam dan pada bagian ujung luka yang berhubungan dengan tubuh. Katun , wol, daun – daunan , ampas kayu atau benda yang halus dapat dipakai sebagai bantalan .13. TULANG Bila terjadi patah tulang kaki , dipakai 2 buah pembalutan , satu di bagian luar dan satu lagi dibagian dalam kaki , memanjang dari tumit sampai ke atas lutut 3 inci.14. PERTOLONGAN PERTAMA PADA SHOCK ELEKTRIS A. METODE HOLGER NIELSEN DALAM PERNAFASAN BUATAN 1. Lindungi diri saudara dengan benda “ insulating “ yang kering 2. Bebaskan daerah sekitar dengan jalan membuka “Power Switch “ dan melepaskan korban .3. Jangan menyentuh korban dengan tangan sampai daerah sekitar itu bebas.4. Baringkan pasien dengan wajah kebawah dan pelipis terletak diatas tangan yang saling bertumpangan .5. Keluarkan gigi palsu , tembakau atau permen dari mulut si pasien , pastikan bahwa lidahnya bebas dari hembusan yang tetap diantara kedua pundak dengan bagian datar tangan .6. Berlutut pada satu lutut didekat kepala pasien , satu kaki didekat siku pasien .7. Letakkan telapak tangan saudara pada punggung pasien (lihat A)8. Ayunkan kedepan sampai lengan menjadi vertikal . Tekanan harus ringan dan tanpa paksaan (22 – 30 ……….. sudah cukup), ini harus dilakukan dalam 2,5 detik (lihat B)9. Lepaskan tekanan dengan menurunkan lengan ke siku pasien (kurang lebih 1detik) , kemudian naikkan lengan dan pundak tarik secara bersamaan dengan mengayunkan ke belakang (kurang lebih 2,5 detik ). LihatC : turunkan lengan pasien . Lihat D : dan kembalikan tangan saudara pada punggung bagian belakang .10. Ulangi gerakan tadi selama 7 detik untuk setiap pernafasan yang sempurna 11. Di saat pernafasan buatan ini berlangsung , mintalah seseorang untuk : 12. Melongarkan pakaian pasien 13. Memanggil dokter 14. Menjaga agar badan pasien tetap hangat .15. Bila pasien berhenti bernafas , cobalah memakai pernafasan buatan selama 4 jam atau bisa lebih .16. Jangan beri cairan sebelum pasien sadar B. METODE SCHAFER DALAM PERNAFASAN BUATAN 1. Lindungi diri saudara dengan bahan “ insulating “ yang kering .2. Bebaskan daerah sekitar dengan jalan membuka “ Power Switch “ dan bebaskan korban .3. Jangan menyentuh korban dengan tangan sampai daerah itu bebas .4. Baringkan pasien dengan satu tangan dibagian perut dan tangan satu lagi mengarah ke siku , palingkan wajah kesamping dan bertumpu pada lengan depan.5. Keluarkan gigi palsu , tembakau atau permen dari mulut pasien .6. Berlututlah pada sisi paha pasien dengan menghadap kekepalanya , dengan lutut dan pinggang yang searah (lihat A)7. Tempatkan telapak tangan saudara pada punggung pasien dengan jari – jari yang hanya menyentuh rusuk terendah.8. Dengan lengan yang lurus , ayunkan tubuh saudara kedepan secara perlahan menindih pasien (kurang lebih 2 detik )(Lihat B).9. Ayunkan kebelakang secara perlahan untuk menghilangkan tekanan (kurang lebih 3 detik )10. Ulangi 12 kali tiap menit , gunakan 5 detik untuk setiap gerakan double yang sempurna .11. Di saat pernafasan buatan ini dilakukan , mintalah orang lain untuk : 12. Melongarkan pakaian pasien 13. Memanggil dokter14. Menjaga agar pasien tetap hangat .15. Bila pasien berhenti bernafas , lanjutkan pernafasan buatan selama 4 jam atau mungkin lebih.16. Jangan beri cairan sampai pasien sadar (instruksi – instruksi yang diberikan ini telah disetujui oleh “ Royal Life Saving Society “ yang berpendapat bahwa metode Holger Nielsen untuk pernafasan buatan lebih efectif daripada metode Schafer atau matode Silvester )C. PERAWATAN UNTUK LUKA ELEKTRIS 1. Jika dalam shock elektris ini pasien menderita luka bakar , maka perawatan yang harus diberikan tanpa penghalang bagi pernafasan buatan adalah sebagai berikut :2. Pindahkan pakaian secara lokal untuk memudahkan perawatan luka bakar, tetapi jangan hilangkan lepuh .3. Jenuhkan luka bakar dengan cairan hangat dari satu sendok makan bicarbonate soda dicampur dengan 0,568 liter air hangat atau satu sendok garam dicampur dengan 0,568 liter air hangat. 4. Tutup dengan kain yang direndam pada cairan yang sama dan diperban (ringan bila lepuh sudah dibentuk ).5. Bila cairan – cairan tersebut diatas tidak ada , tutuplah dengan kain yang steril .6. Berilah teh yang hangat dan manis pada saat pasien sudah bisa menelan .15. PERNAFASAN BUATAN SECARA LANGSUNG A. METODE :1. Pernafasan buatan secara langsung adalah suatu metode dimana seseorang memberi udara ke paru – paru pada korban yang tidak sadar dan tidak bernafas dengan cara meniupkan pernafasannya secara langsung ke mulut atau hidung korban.2. Udara yang keluar bukanlah udara yang mati . Hal ini telah dibuktikan baik untuk pernafasan buatan . Atmosfir berisi 21 %oksigen sedangkan udara yang keluar berisi 14 – 18% oksigen .3. Pernafasan dari mulut ke mulut secara langsung merupakan metode yang paling efektif untuk pernafasan buatan, seperti yang telah dibuktikan dalam study komperatif yang diadakan oleh kelompok peneliti di United State.4. “Study ini telah menunjukkan kehebatan yang tidak disangsikan lagi dari usaha menghidupkan kembali dari mulut ke mulut untuk semua metode untuk semua kelompok umur . Pernafasan dari mulut ke mulut merupakan satu – satunya tekhnik yang menjamin ventilasi yang baik untuk semua kasus . Dengan petunjuk metode dorong dan tarik , rintangan udara keluar secara sempurna terjadi suatu jumlah subjeck yang berarti dari sebagian udara yang keluar dicatat pada seluruh kasus lainnya” 5. Pernafasan buatan secara langsung ini disetujui sebagai suatu standart pembaharuan oleh “National Academy Of Sciences (US)” , “National Research Council (US)” , dan” American Medical Assosiation “ dan telah diterima oleh “ American Natinal Red Cross” , dan angkatan bersenjata US.6. Pelaksanaan pernafasan buatan secara langsung lebih baik dari pernafasan buatan secara tidak langsung (metode manual ) pada seluruh kelompok umur.dan setiap situasi.7. Metode pernafasan buatan secara tidak langsung tidak dapat diaplikasikan pada beberapa situasi dimana usaha untuk menghidupkan kembali ini sangat penting untuk dilakukan .8. Contohnya pada dada keras dan luka tulang punggung , metode tidak langsung ini tidak bisa digunakan . Dan lagi , si korban mungkin sudah terkubur separuh didalam gua , terperangkap di balik roda mobil , atau dalam keadaan kajang yang merupakan kasus yang terjadi di kapal , pesawat terbang dan tempat – tempat lainnya . 9. Untuk semua contoh – contoh ini , usaha pertolongannya tergantung pada pernafasan buatan secara langsung .PERNAFASAN BUATAN SECARA LANGSUNG (METODE MULUT KE MULUT)1. Tempatkan korban pada punggung segera .2. Bersihkan kerongkongan dari air , lendir , mainan , coin atau makanan .3. MIringkan belakang kepala sejauh mungkin .4. Angkat rahang atas untuk menjaga lidah dari keluarnya udara .5. Apitlah lubang hidung untuk menghindari bocornya udara pada saat saudara meniup .6. Tiuplah sampai saudara melihat dadanya naik .7. Dengarkan bila ada dengkuran dan cegukan – tanda – tanda dari halangan tenggorokan .8. ulangi meniup 10-20 kali setiap menit.9. Bila terjadi pada bayi dan anak kecil , miringkan kepala sampai kebelakang , tutupi mulut dan hidungnya dengan mulut saudara. Tiup dengan kekuatan sedang untuk menghasilkan angkatan yang dapat terlihat pada dada korban danjangan diulangi tiap 2 detik.10. Ulangi pernafasan buatan secara langsung ini sampai korban bisa bernafas sendiri, atau sampai orang yang ahli datang. B. PERAWATAN UNTUK ORANG YANG TIDAK SADAR Oksigen merupakan bagian yang paling vital untuk hidup. Kerusakan otak secara permanen atau kematian bisa terjadi dalam beberapa menit karena kurangnya udara atau oksigen oleh karena itu pernafasan korban membutuhkan perhatian saudara. Dalam tidak sadar kemungkinan karena tenggelam, shock electris, menghirup rokok atau gas, pencekikan luka berat, dsb. Penyebab dari ketidaksadaran seperti pada kasus keracunan, obat yang over dosis, alcohol, penyakit otak, diabetis urameia, epilepsy,dsb.Orang yang tidak sadar mungkin masih bernafas atau tidak bernafas .Pada kasus lain udara yang masuk keparu – paru harus dijaga. Lidah manusia sebesar seperempat daging beefsteak. Otot lidah relaks dengan hilangnya kesadaran. Pada keadaan tertentu, lidah akan terbalik, menutup tenggorokan dan menghalangi udara yang masuk.a. Orang yang tidak sadar tetapi masih bernafas : Banyak korban kecelakaan khususnya yang mengalami luka kepala (biasanya kecelakaan dirumah atau dijalan) mengalami shock sementara dan hilang kesadarannya. Ini akan menyebabkan kematian karena lemas. Kematian yang mendadak ini dapat dihindari pada kasus – kasus tertentu dengan Jalan tindakan pencegahan sederhana. Tempatkan korban pada perut bagian bawah dengan kepala membalik kesalah satu sisi dan miringkan. Dengan posisi ini, bahaya penghalang lebih kecil oleh lidah atau pernafasan vomitus kedalam paru – paru. b. Orang yang tidak sadar tetapi sudah tidak bernafas : Pada kasus – kasus seperti ini korban membutuhkan pernafasan buatan segera. Pernafasan buatan secara langsung merupakan cara yang paling positif dan efisien untuk pemberian udara ke paru – paru.Metode tidak langsung atau petunjuk penekanan dada untuk pernafasan buatan (Holger – Nielsen, Schafer, dsb) tergantung dari tekanan negatif dan tidak memuaskan jika pembagian tidak menjaga masuknya udara ke paru – paru. c. Orang yang tidak sadar yang pernafasannya sangat lemah atau dangkal :Korban dapat dibantu dengan pernafasan buatan secara langsung melalui hembusan udara dan usaha pernafasan pasien. C. PERAWATAN KHUSUS DALAM BEBERAPA SITUASI 1. Tenggelam :Pernafasan buatan secara langsung harus segera diberikan setelah kepala korban dapat diangkat keatas air.Jangan habiskan waktu menunggu untuk membawa korban kepantai atau berusaha untuk mengeringkan perut atau tenggorokan. Hal ini dapat dikerjakan setelah pernafasan buatan dilakukan. Bila perut membengkak, rendahkan dan miringkan kepala korban kesamping dan kemudian lakukan tekanan lunak dengan telapak tangan keseluruh perut yang membengkak. Udara atau air di dalam perut kemudian akan keluar. 2. Menelan benda asing :Bila korban adalah seorang anak, balikkan dia pada lutut saudara dengan posisi “ Spanking “ dan posisi kepala lebih rendah daripada punggung, pukul diantara dada untuk menghilangkan benda asing itu dengan Jalan menyuruhnya untuk batuk. Bila benda itu belum keluar dan anak itu dalam keadaan menderita, cepatlah bersihkan tenggorokannya dengan jari dan mulailah pernafasan buatan secara langsung.Bila korban adalah seorang dewasa, balikkan wajahnya kebawah dan turunkan kepalanya serendah mungkin, pukullah bagian belakang dan pakailah cara seperti yang dipakai untuk anak kecil.


PERTOLONGAN PERNAFASAN Kategori Kimia LabBagaimana Menolong Korban Keracunan Bahan Kimia ?Oleh Sinly Evan Putra dan Sindhu HermantoJurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung
Mahasiswa kimia atau orang-orang yang berprofesi di bidang kimia, pastilah setiap harinya berhubungan dengan bahan-bahan kimia, baik untuk melaksanakan praktikum, analisis kimia, packing zat, ataupun untuk penelitian. Dalam melaksanakan kegiatan tersebut, laboratorium yang digunakan setidaknya harus memiliki standar kelayakan. Standar minimal yang harus dimiliki oleh laboratorium adalah memiliki lemari asam, ventilasi udara yang baik, air yang terus mengalir, dan memiliki peralatan pemadam kebakaran. Sedangkan bagi pengunanya, standar minimalnya adalah harus menggunakan pakaian/jas laboratorium, kaos tangan, dan masker serta kacamata khusus. Penggunaan standar minimal ini bertujuan agar para penguna laboratorium dapat meminimalisir bahaya akibat keracunan bahan kimia.
Keracunan Bahan Kimia
Keracunan zat-zat kimia pada tubuh manusia dapat membahayakan kelangsungan hidup. Bahan kimia beracun tersebut akan merusak jaringan tubuh terpenting sehingga menggangu atau bahkan menghentikan fungsinya. Beberapa jaringan tubuh yang rentan terhadap keracunan diantaranya kulit, susunan syaraf, sumsum tulang, ginjal, hati, dan alat-alat pencernaan. Jika organ tersebut terganggu, terjadilah penurunan tingkat kesehatan yang akan membahayakan jiwa manusia, terutama bila pertolongan terlambat diberikan.
Beberapa jenis bahan kimia yang harus diperhatikan karena berbahaya adalah :
Bahan Kimia
Penjelasan
Potensi Bahaya Kesehatan
AgNO3
Senyawa ini beracun dan korosif. Simpanlah dalam botol berwarna dan ruang yang gelap serta jauhkan dari bahan-bahan yang mudah terbakar.
Dapat menyebabkan luka bakar dan kulit melepuh. Gas/uapnya juga menebabkan hal yang sama.
HCl
Senyawa ini beracun dan bersifat korosif terutama dengan kepekatan tinggi.
Dapat menyebabkan luka bakar dan kulit melepuh. Gas/uapnya juga menebabkan hal yang sama.
H2S
Senyawa ini mudah terbakar dan beracun
Menghirup bahan ini dapat menyebabkan pingsan, gangguan pernafasan, bahkan kematian.
H2SO4
Senyawa ini sangat korosif, higroskopis, bersifat membakar bahan organik dan dapat merusak jaringan tubuh.
Gunakan ruang asam untuk proses pengenceran dan hidupkan kipas penghisapnya.
Jangan menghirup uap asam sulfat pekat karena dapat menyebabkan kerusakan paru-paru, kontak dengan kulit menyebabkan dermatitis, sedangkan kontak dengan mata menyebabkan kebutaan.
NaOH
Senyawa ini bersifat higroskopis dan menyerap gas CO2.
Dapat merusak jaringan tubuh.
NH3
Senyawa ini mempunyai bau yang khas.
Menghirup senyawa ini pada konsentrasi tinggi dapat menyebabkan pembengkakan saluran pernafasan dan sesak nafas. Terkena amonia pada konsentrasi 0.5% (v/v) selama 30 menit dapat menyebabkan kebutaan.
HCN
Senyawa ini sangat beracun.
Hindarkan kontak dengan kulit. Jangan menghirup gas ini karena dapat menyebabkan pingsan dan kematian.
HF
Gas/uap maupun larutannya sangat beracun.
Dapat menyebabkan iritasi kulit, mata, dan saluran pernafasan.
HNO3
Senyawa ini bersifat korosif.
Dapat menyebabkan luka bakar, menghirup uapnya dapat menyebabkan kematian.

Bahan-bahan kimia diatas, jika kita amati adalah bahan-bahan kimia yang umumnya kita gunakan dalam laboratorium. Ternyata bahan-bahan kimia tersebut menyimpan potensi untuk meracuni tubuh.
Keracunan bahan kimia diatas, dapat terjadi melalui beberapa cara, sesuai dengan sifatnya. Keracunan dapat terjadi akibat tertelannya bahan kimia dalam saluran pencernaan. Untuk bahan kimia berupa gas, saluran pernafasan merupakan jalan masuk utama ke dalam tubuh seseorang. Bahan beracun dapat pula diserap melalui kulit atau langsung merusak jaringan kulit apabila terjadi persinggungan dengannya. Selaput lendir (mukosa) mata juga dapat menjadi salah satu tempat masuknya bahan kimia yang kemudian meracuni jaringan setempat.
Pertolongan pada Korban Keracunan
Pada umumnya, tata cara pertolongan akibat keracunan biasanya mengikuti satu pedoman umum, kecuali pada beberapa kasus keracunan khusus seperti sianida, yang memerlukan pertolongan secara khusus. Pedoman utama dalam memberikan pertolongan adalah dengan cara menghilangkan atau membuang bahan beracun dari korban.
Umumnya pertolongan pertama yang diberikan kepada korban yang tidak sadar atau hampir pingsan adalah dengan menelungkupkannya dengan kepala menghadap ke samping dan lidah dikeluarkan untuk mencegah tersedak karena ludah. Jagalah korban agar tetap pada posisi berbaring dan tetap hangat suhu badannya, dan jika diperlukan berilah bantuan pernafasan buatan. Ingat : jangan memberi minuman beralkohol karena dapat mempercepat penyerapan beberapa jenis racun oleh tubuh. Dan terakhir segeralah meminta pertolongan dari petugas kesehatan.
Secara khusus, perlakuan lanjutan yang harus dilakukan pada setiap jenis keracunan bahan kimia yang berbeda adalah sebagai berikut :
1. Keracunan melalui Mulut/Pencernaan
Perlakuan yang dapat diberikan kepada korban adalah dengan memberikan air minum/susu sebanyak 2-4 gelas, Apabila korban pingsan jangan berikan sesuatu melalui mulut. Usahakan supaya muntah segera dengan memasukkan jari tangan ke pangkal lidah atau dengan memberikan air garam hangat (satu sendok makan garam dalam satu gelas air hangat). Ulangi sampai pemuntahan
cairan jernih. Pemuntahan jangan dilakukan apabila tertelan minyak tanah, bensin, asam atau alkali kuat, atau apabila korban tidak sadar.
Jenis Peracun
Pertolongan Pertama
Asam-asam korosif seperti asam sulfat (H2SO4), fluoroboric acid, hydrobromic acid 62%, hydrochloric acid 32%, hydrochloric acid fuming 37%, sulfur dioksida, dan lain-lain. Bila tertelan berilah bubur aluminium hidroksida atau milk of magnesia diikuti dengan susu atau putih telur yang dikocok dengan air.
Bila tertelan berilah bubur aluminium hidroksida atau milk of magnesia diikuti dengan susu atau putih telur yang dikocok dengan air.Jangan diberi dengan karbonat atau soda kue.
Alkali (basa) seperti amonia (NH3), amonium hidroksida (NH4OH), Kalium hidroksida (KOH), Kalsium oksida (CaO), soda abu, dan lain-lain.
Bila tertelan berilah asam asetat encer (1%), cuka (1:4), asam sitrat (1%), atau air jeruk. Lanjutkan dengan memberi susu atau putih telur.
Kation Logam seperti Pb, Hg, Cd, Bi, Sn, dan lain-lain
Berikan antidote umum, susu, minum air kelapa, norit, suntikan BAL, atau putih telur.
Pestisida
Minum air kelapa, susu, vegeta, norit, suntikan PAM
Garam Arsen
Bila tertelan usahakan pemuntahan dan berikan milk of magnesia.
Berilah antidote yang cocok, bila tidak diketahui bahan beracunnya, berilah satu sendok antidote umum dalam segelas air hangat umum. Bubuk antidote umum terbuat dari dua bagian arang aktif (roti yang gosong), satu bagian magnesium oksida (milk of magnesia), dan satu bagian asam tannat (teh kering). Jangan berikan minyak atau alkohol kecuali untuk racun tertentu.
Berikut adalah beberapa alternatif obat yang dapat anda gunakan untuk pertolongan pertama terhadap korban keracunan bahan kimia :
2. Keracunan melalui Pernafasan
Jika racun yang masuk dalam tubuh terhirup oleh saluran pernafasan, gunakan masker khusus atau kalau terpaksa sama sekali tidak ada, tahanlah nafas saat memberikan pertolongan di tempat beracun. Bawalah korban ke tempat yang berudara sesegera mungkin dan berikan pernafasan buatan secepatnya, apabila korban mengalami kesulitan bernafas. Lakukan hal tersebut berulang-ulang sampai petugas kesehatan datang.
3. Keracunan melalui Kulit
Jika racun masuk ke dalam tubuh melalui kulit, jika memungkinkan tentukan lebih dulu jenis bahan kimia beracun yang masuk dan usahakan agar tidak tersentuh, siramlah bagian tubuh korban yang terkena bahan racun dengan air bersih paling sedikit 15 menit. Langkah selanjutnya, lepaskan pakaian yang dikenakan, berikut sepatu, perhiasan dan benda-benda lain yang terkena racun. Jangan mengoleskan minyak, mentega atau pasta natrium bikarbonat pada kulit yang terkena racun, kecuali diperintahkan oleh petugas kesehatan yang hadir di situ.
4. Keracunan melalui Mata
Jika racun yang masuk ke dalam tubuh melalui selaput lendir di mata, segeralah melakukan pencucian pada kedua mata korban dengan air bersih dalam jumlah banyak (disini anda dapat mengunakan air hangat-hangat kuku). Buka kelopak mata atas dan bawah, tarik bulu matanya supaya kelopak mata tidak menyentuh bola mata. Posisi ini memungkinkan masuknya air bersih dan dapat mencuci seluruh permukaan bola mata dan kelopaknya. Teruskan pekerjaan ini sampai paling sedikit 15 menit.
Penutup
Perlindungan diri terhadap bahaya kesehatan dari keracunan bahan-bahan kimia di Indonesia, sangat rendah sekali. Hal ini dimungkinkan karena laboratorium-laboratorium kimia di Indonesia sering mengabaikan standar minimal operasional terutama dalam ketidaksediaan lemari asam. Hal ini juga diperparah oleh para pengunanya yang lalai terhadap perlindungan diri. Banyak terjadi kasus keracunan bahan kimia yang disebabkan oleh kecerobohan dan ketidaktahuan para penguna mengenai potensi bahaya dari suatu bahan kimia.
Untuk mencegah terjadinya keracunan selama bekerja di laboratorium, berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan penguna :
Mempunyai pengetahuan akan bahaya dari setiap bahan kimia sebelum melakukan analisis.
Simpanlah semua bahan kimia pada wadahnya dalam keadaan tertutup dengan label yang sesuai dan peringatan bahayanya.
Jangan menyimpan bahan kimia berbahaya dalam wadah bekas makanan/minuman, gunakanlah botol reagen.
Jangan makan/minum atau merokok di laboratorium.
Gunakan lemari asam untuk bahan-bahan yang mudah menguap dan beracun.
Gunakan atau pakailah jas laboratorium selama bekerja di laboratorium.
Mengetahui hal-hal yang harus diperhatikan bila terjadi keracunan bahan kimia di laboratorium.
Demikian, semoga kita dapat lebih berhati-hati dalam bekerja di laboratorium. Dan usahakan untuk mencuci tangan dan mengkonsumsi susu setelah bekerja di laboratorium. Karena mencegah lebih baik daripada mengobati. (Dari pelbagai sumber).
Gunakan fasilitas pencarian kata dibawah ini untuk mencari kata di chem-is-try.org
http://www.mail-archive.com/
dokter
[MLDI] from pediatrik.com
Ricky Rizaldi Wed, 26 Jun 2002 21:54:24 -0700Keracunan Pada AnakA. Latief Azis, dr., Sp.A(K) PendahuluanKeracunan adalah masuknya zat racun kedalam tubuh baik melalui saluran pencernaan, saluran nafas, atau melalui kulit atau mukosa yang menimbulkan gejala klinis. Angka yang pasti dari kejadian keracunan di Indonesia belum diketahui, meskipun banyak dilaporkan kejadian-kejadian keracunan di beberapa rumah sakit tetapi angka ini tidak menggambarkan kejadian yang sebenarnya didalam masyarakat.Di Amerika Serikat kecelakaan dan keracunan merupakan penyebab utama kematian anak-anak. Lebih kurang 60% dari paparan keracunan yang dilaporkan terjadi pada anak berumur <> 45% ) sama seperti laporan dari center-center lain. Penatalaksanaan keracunan Tindakan emergensi :Airway : Bebaskan jalan nafas, kalau perlu lakukan intubasi.Breathing : Berikan pernafasan buatan bila penderita tidak bernafas spontan atau pernapasan tidak adekuat. Circulation: Pasang infus bila keadaan penderita gawat dan perbaiki perfusi jaringan. Identifikasi penyebab keracunan.Bila mungkin lakukan identifikasi penyebab keracunan, tapi hendaknya usaha mencari penyebab keracunan ini tidak sampai menunda usaha-usaha penyelamatan penderita yang harus segera dilakukan. Eliminasi racun. Racun yang ditelan Rangsang muntah Akan sangat bermanfaat bila dilakukan dalam 1 jam pertama sesudah menelan bahan beracun, bila sudah lebih dari 1 jam tidak perlu dilakukan rangsang muntah kecuali bila bahan beracun tersebut mempunyai efek yang menghambat motilitas ( memperpanjang pengosongan ) lambung.Rangsang muntah dapat dilakukan secara mekanis dengan merangsang palatum mole atau dinding belakang faring, atau dapat dilakukan dengan pemberianobat- obatan : Sirup IpecacDapat diberikan pada anak diatas 6 bulan.Pada anak usia 6 - 12 bulan 10 ml1- 12 tahun 15 ml> 12 tahun 30 mlPemberian sirup ipecac diikuti dengan pemberian 200 ml air putih. Bila sesudah 20 menit tidak terjadi muntah pada anak diatas 1 tahun pemberian ipecac dapat diulangi. ApomorphineSangat efektif dengan tingkat keberhasilan hampir 100%, dapat menyebabkan muntah dalam 2 - 5 menit. Dapat diberikan dengan dosis 0,07 mg/kg BB secara subkutan.Kontraindikasi rangsang muntah : Keracunan hidrokarbon, kecuali bila hidrokarbon tersebut mengandung bahan-bahan yang berbahaya seperti camphor, produk-produk yang mengandung halogenat atau aromatik, logam berat dan pestisida. Keracunan bahan korossif Keracunan bahan-2 perangsang CNS ( CNS stimulant , seperti strichnin ) Penderita kejang Penderita dengan gangguan kesadaran Kumbah lambungKumbah lambung akan berguna bila dilakukan dalam 1-2 jam sesudah menelan bahan beracun, kecuali bila menelan bahan yang dapat menghambat pengosongan lambung. Kumbah lambung seperti pada rangsang muntah tidak boleh dilakukan pada : · Keracunan bahan korosif · Keracunan hidrokarbon · Kejang Pada penderita dengan gangguan kesadaran atau penderita- penderita dengan resiko aspirasi jalan nafas harus dilindungi dengan cara pemasangan pipa endotracheal.Penderita diletakkan dalam posisi trendelenburg dan miring kekiri, kemudian di masukkan pipa orogastrik dengan ukuran 24 - 36 Fr, pencucian lambung dilakukan dengan cairan garam fisiologis ( normal saline/ PZ ) atau ½ normal saline 100 ml atau kurang berulang-ulang sampai bersih.Pemberian Norit ( activated charcoal )Jangan diberikan bersama obat muntah, pemberian norit harus menunggu paling tidak 30 - 60 menit sesudah emesis.Dosis 1 gram/kg BB dan bisa diulang tiap 2 - 4 jam bila diperlukan, diberikan per oral atau melalui pipa nasogastrik.Indikasi pemberian norit untuk keracunan : · Obat2 analgesik/ antiinflammasi : acetamenophen, salisilat, antiinflamasi non steroid, morphine, propoxyphene. · Anticonvulsants/ sedative : barbiturat, carbamazepine, chlordiazepoxide, diazepam phenytoin, sodium valproate. · Lain-lain : amphetamine, chlorpheniramine, cocaine, digitalis, quinine, theophylline, cyclic anti - depressantsNorit tidak efektif pada keracunan Fe, lithium, cyanida, asam basa kuat dan alkohol. CatharsisEfektivitasnya masih dipertanyakan.Jangan diberikan bila ada gagal ginjal,diare yang berat ( severe diarrhea ), ileus paralitik atau trauma abdomen. Diuretika paksa (Forced diuretic)Diberikan pada keracunan salisilat dan phenobarbital ( alkalinisasi urine ).Tujuan adalah untuk mendapatkan produksi urine 5,0 ml/kg/jam,hati-hati jangan sampai terjadi overload cairan. Harus dilakukan monitor dari elektrolit serum pada pemberian diuresis paksa.Kontraindikasi : udema otak dan gagal ginjal DialysisHanya dilakukan bila usaha-usaha lain sudah tidak membawa hasil.Bermanfaat hanya pada bahan beracun yang bisa melewati filter dialisis (dialysa ble toxin) seperti phenobarbital, salisilat, theophylline, methanol, ethylene glycol dan lithium.Dialysis dilakukan bila : · Asidosis berat · Gagal ginjal · Ada gejala gangguan visus · Tidak ada respon terhadap tindakan pengobatan. Hemoperfusi masih merupakan kontroversi dan jarang digunakan. Racun yang disuntikkan atau sengatan · Immobilisasi · Pemasangan torniquet diproksimal dari suntikan · Berikan antidotum bila ada Racun pada kulit dan mataLepaskan semua yang dipakai kemudian bersihkan dengan sabun dan siram dengan air yang mengalir selama 15 menit.Jangan diberi antidotum. Racun yang dihisap melalui saluran nafasKeluarkan penderita dari ruang yang mengandung gas racun.Berikan oksigen. Kalau perlu lakukan pernafasan buatan. Pemberan antidotum kalau mungkin Pengobatan Supportif · Pemberian cairan dan elektrolit · Perhatikan nutrisi penderita · Pengobatan simtomatik ( kejang, hipoglikemia, kelainan elektrolit dsb.) DiagnosaPenegakan diagnosa dari keracunan seringkali dengan mudah dapat ditegakkan karena keluarga atau pengantar penderita sudah mengatakan penyebab keracunan atau membawa tempat bahan beracun kepada dokter.Tapi kadang-kadang kita menemui kesulitan dalam menentukan penyebab keracunan terutama bila penderita tidak sadar dan tidak ada saksi yang mengetahui kejadiannya.Diagnosa dari keracunan terutama didasarkan pada anamnesa yang diambil dari orang tua, keluarga,pengasuh atau orang lain yang mengetahui kejadiannya. Pada anamnesa ditanyakan kapan dan bagaimana terjadinya, tempat kejadian dan kalau mungkin mencari penyebab keracunan.Ditanya pula kemungkinan penggunaan obat-obatan tertentu atau resep yang mungkin baru didapat dari dokter. Diusahakan sedapat mungkin agar tempat bekas bahan beracun diminta untuk melihat isi bahan beracun dan kemudiandiselidiki lebih lanjut.Pemeriksaan fisik sangat penting terutama pada penderita-penderita yang belum jelas penyebabnya.Selain pemeriksaan fisik rutin dicari pula tanda-tanda khusus pada keracunan-keracunan tertentu seperti : · B A U : · Aceton : Methanol, isopropyl alcohol, acetyl salicylic acid · Coal gas : Carbon monoksida · Buah per : Chloralhidrat · Bawang putih : Arsen, fosfor, thalium, organofosfat · Alkohol : Ethanol, methanol · Minyak : Minyak tanah atau destilat minyak· K U L I T : · Kemerahan : Co, cyanida, asam borax, anticholinergik · Berkeringat : Amfetamin, LSD, organofosfat, cocain, barbiturat · Kering : Anticholinergik · Bulla : Barbiturat, carbonmonoksida · Ikterus : Acetaminofen, carbontetrachlorida, besi, fosfor, jamur · Purpura : Aspirin,warfarin, gigitan ular · Sianosis : Nitrit, nitrat, fenacetin, benzocain· SUHU TUBUH :Hipothermia : Sedatif hipnotik, ethanol, carbonmonoksida, clonidin, fenothiazinHiperthermia : Anticholinergik, salisilat, amfetamin, cocain, fenothiazin,theofilin TEKANAN DARAH :Hipertensi : Simpatomimetik, organofosfat, amfetaminHipotensi : Sedatif hipnotik, narkotika, fenothiazin, clonidin, beta-blocker N A D I : Bradikardia : Digitalis, sedatif hipnotik, beta-blocker, ethchlorvynolTachikardia : Anticholinergik, amfetamin, simpatomimetik, alkohol, cokain, aspirin, theofilinArithmia : Anticholinergik,organofosfat,fenothiazin,carbonmonoksida,cyanida,beta-blocker SELAPUT LENDIR :Kering : AnticholinergikSalivasi : Organofosfat, carbamatLesi mulut : Bahan korosif, paraquatLakrimasi : Kaustik, organofosfat, gas irritan RESPIRASI : Depressi : Alkohol, narkotika, barbiturat, sedatif hipnotikTachipnea : Salisilat, amfetamin, carbonmonoksidaKussmaull : Methanol, ethyliene glycol, salisilat OEDEMA PARU : Salisilat, narkotika, simpatomimetik SUS. SARAF PUSAT:Kejang : Amfetamin, fenothiazin, cocain, camfer, tembaga, isoniazid, organofosfat, salisilat, antihistamin, propoxyphene.Miosis : Narkotika ( kecuali demerol dan lomotil ),fenothiazin, diazepam,organofosfat (stadium lanjut), barbiturat, jamur.Midriasis : Anticholinergik,simpatomimetik,cocain,methanol,lSD, glutethimid.Buta,atropi optik : MethanolFasikulasi : OrganofosfatNistagmus : Difenilhidantoin,barbiturat,carbamazepim,ethanol,carbonmonoksida,ethanol Hipertoni : Anticholinergik,fenothiazin,strichnyn Mioklonus,rigiditas : Anticholinergik,fenothiazin,haloperidol Delirium/psikosis : Anticholinergik,simpatomimetik,alkohol,fenothiazin,logamberat,marijuana,cocain,heroin,metaqualonKoma : Alkohol,anticholinergik,sedatif hipnotik, carbon monoksida, Narkotika, anti depressi trisiklik, salisilat, organofosfatKelemahan,paralise: Organofosfat,carbamat,logam berat SAL.PENCERNAAN :Muntah,diare, : Besi,fosfat,logam berat, jamur, lithium, flourida, organofosfat nyeri perut.Berikut akan kami bahas beberapa keracunan khusus yang sering dijumpai : KERACUNAN HIDROKARBONKelompok hidrokarbon yang sering menyebabkan keracunan adalah minyak tanah,bensin, minyak cat ( tinner ) dan minyak untuk korek api.Gejala klinik : terutama terjadi sebagai akibat dari irritasi pulmonal dan depressi susunan saraf pusat. Irritasi pulmonal : batuk,sesak,retraksi,tachipneu,cyanosis,batuk darah dan udema paru.Pada pemeriksaan foto thorak bisa didapatkan adanya infiltrat di kedua lapangan paru, effusi pleura atau udema paru. Depressi CNS : Terjadi penurunan kesadaran mulai dari patis sampai koma,kadang-kadang disertai kejang. Gejala-gejala GI Tract : Mual, muntah, nyeri perut dan diare. Penatalaksanaan : Rangsangan muntah pada keracunan hidrokarbon masih merupakan kontroversi karena bahaya terjadinya aspirasi pneumonia, karena itu rangsang muntah tidak dianjurkan pada keracunan hidrokarbon,kecuali bila yang ditelan cukup banyak > 1 ml/kg BB atau bila hidrokarbon yang ditelan tercampur atau merupakan bahan pelarut dari bahan beracun yang berbahaya seperti pada pestisida maka rangsangan muntah atau kumbah lambung harus segera dilakukan dengan perlindungan jalan nafas. Berikan norit 1 gram/kg BB Pemberian oksigen kalau ada tanda-tanda distres nafas atau kalau berat bisa dilakukan intubasi dan pemberian nafas buatan dengan ventilator. AntibiotikaPemberian antibiotika masih merupakan kontroversi pada keracunan hidrokarbon. Antibiotika hanya diberikan bila keadaan penderita memang sangat berat, membutuh kan bantuan pernafasan dengan alat atau anak-anakdengan immunocompromized. KortikosteroidPemberian kortikosteroid juga masih merupakan kontroversi, hanya diberikan pada keadaan-keadaan yang sangat berat,sangat sesak atau udema paru. KERACUNAN INSEKTISIDASeiring dengan semakin meningkatnya penggunaan insektisida dalam usahaintensifikasi pertanian maka kejadian keracunan insektisida juga semakin banyak dijumpai.Pembahasan disini akan dibatasi lebih banyak pada keracunan organofosfat yang lebih banyak dipakai dan dijumpai.Racun serangga organofosfat sering dicampur dengan bahan pelarut minyak tanah sehingga pada keracunan organofosfat harus pula diperhatikan tanda-tanda dan penatalaksanaan keracunan minyak tanah selain organofosfatnya sendiri. ORGANOFOSFATOrganofosfat menyenabkan fosforilasi dari ester acetylcholine esterase (sebagai choline esterase inhibitor) yang bersifat irreversibel sehinggaenzim ini menjadi inaktif dengan akibat terjadi penumpukan acetylcholine.Efek klinik yang terjadi adalah terjadi stimulasi yang berlebihan olehacetylcholine.Gejala klinis : SLUDGE : salivasi, lakrimasi, urinasi, diare, gejala GI tract dan emesis Miosis Bronchokonstriksi dengan sekresi berlebihan, anak tampak sesak dan banyak mengeluarkan lendir dan mulut berbusa dan bau organofosfat yang tertelan (bawang putih/garlic ) Bradikardia sampai AV block Lain-lain : hiperglikemia,fasikulasi,kejang,penurunan kesadaran sampai koma. Depressi pusat pernafasan dan sistem kardiovaskular Penatalaksanaan : Lepaskan baju dan apa saja yang dipakai, dicuci dengan sabun dan siram dengan air yang mengalir bahkan meskipun keracunan sudah terjadi sampai 6 jam. Lakukan kumbah lambung,pemberian norit dan cathartic AtropinisasiAtropin berfungsi untuk menghentikan efek acetylcholine pada reseptor muscarinik, tapi tidak bisa menghentikan efek nikotinik.Pada usia <> 12 tahun diberikan 1 - 2 mg IV dan disesuaikan dengan respon penderita. Pengobatan maintenance dilanjutkan sesuai keadaan klinis penderita,atropin diteruskan selama 24 jam kemudian diturunkan secara bertahap. Meskipun atropin sudah diberikan masih bisa terjadi gagal nafas karena atropin tidak mempunyai pengaruh terhadap efek nikotinik (kelumpuhan otot) organofosfat. PralidoximBekerja sebagai reaktivator dari cholin esterase pada neuromuscular junction dan tidak mempengaruhi fungsi CNS karena tidak dapat melewati blood brain barrier.Diberikan sesudah atropinisasi dan harus dalam < href="http://www.mldi.or.id/">http://www.mldi.or.idSubscribe, kirim mail kosong ke [EMAIL PROTECTED]Unsubscribe, kirim mail kosong ke [EMAIL PROTECTED]-----------------------------------------------------------------
[MLDI] from pediatrik.com Ricky Rizaldi
[MLDI] Mohon Penjelasan secara Medis Andy Lesmana Sastrahadijaya
Re: [MLDI] Mohon Penjelasan secara Medis Imam Suhadi
RE: [MLDI] Mohon Penjelasan secara Medis---Tanggapan atas Penjelasan Pak Imam Andy Lesmana Sastrahadijaya
RE: [MLDI] Mohon Penjelasan secara Medis---Tanggapan atas Penjelasan Pak Imam Winarso
RE: [MLDI] Mohon Penjelasan secara Medis---Tanggapan atas Penjelasan Pak Winarso Andy Lesmana Sastrahadijaya
RE: [MLDI] Mohon Penjelasan secara Medis---Tanggapan atas Penjelasan Pak Winarso Winarso
RE: [MLDI] Mohon Penjelasan secara Medis---Tanggapan atas Penjelasan Pak Imam Imam Suhadi
Re: [MLDI] Mohon Penjelasan secara Medis B.H. Jo
Re: [MLDI] Mohon Penjelasan secara Medis Bea
RE: [MLDI] Mohon Penjelasan secara Medis---Penjelasan Bea Andy Lesmana Sastrahadijaya.
? Dinginkan luka Siram daerah yang terbakar dengan air dingin mengalir paling tidak selama 5 menit sampai rasa nyeri bakar itu reda. Jika itu tak memungkinkan, rendam luka bakar itu di air dingin atau dikompres dingin. Mendinginkan luka bakar itu mengurangi pembengkakan karena panas dilenyapkan dari kulit. Yang harus diingat, jangan letakkan es diatas luka bakar itu. ? Balut luka bakar dengan kain kasa Jangan gunakan kapas karena dapat mengiritasi kulit. Jangan balut luka terlalu kencang agar tidak menekan kulit yang terbakar. Membalut luka bakar ini mencegah udara masuk ke luka itu, mengurangi rasa sakit, dan melindungi kulit yang terluka. ? Minumlah obat pereda nyeri yang dijual bebas Obat-obatan itu berupa aspirin, ibuprofen, atau asetaminofen. Ingat, jangan berikan aspirin ke anak-anak atau remaja. ? Jangan pecahkan luka melepuh Karena itu menyembabkan kulit jadi rentan terkena infeksi. Tanda-tanda infeksi itu berupa nyeri yang bertambah, luka menjadi kemerahan, demam, atau bengkak. Jika terjadi infeksi, segera cari bantuan medis dari dokter.

Automatic translation of this blog (Terjemahan Otomatis Blog ini)

Entri Populer

Lingkaran UNP Press